RADAR MALIOBORO - Video di media sosial sekarang makin sulit dibedakan mana yang asli dan mana yang buatan AI. Aplikasi atau website seperti Sora dan Veo sering digunakan untuk membuat video palsu yang terlihat cukup realistis, mulai dari wajah manusia, suara, hingga gerakan tubuh. Akibatnya, banyak orang tertipu oleh video yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Untuk menghindari tertipu konten AI yang menyesatkan, beberapa cara sederhana dapat dilakukan untuk mengidentifikasi apakah sebuah video asli atau buatan AI:
1. Kualitas Rendah
Salah satu tanda yang paling sering muncul pada video AI saat ini adalah kualitas gambar yang sengaja dibuat buram atau pecah. Video terlihat seperti direkam menggunakan kamera jadul. Tujuan pengaburan ini adalah untuk menyembunyikan cacat-cacat kecil khas AI.
2. Durasi Terlalu Pendek
Sebagian besar video AI masih berdurasi sangat singkat, biasanya sekitar 6–10 detik. Alasannya, semakin panjang video, semakin besar kemungkinan AI membuat kesalahan. Karena itu, banyak video AI di media sosial berbentuk klip super pendek yang dipotong-potong.
3. Wajah, Tangan, dan Gerakan Aneh
AI masih sering bermasalah pada detail mata dan ekspresi wajah yang terlihat terlalu halus atau kosong. Selain itu, tangan dan jari kerap tampak aneh atau berubah bentuk. Gerakan tubuh juga sering terlalu mulus, seperti karakter game, sehingga terlihat tidak natural bagi makhluk hidup.
4. Cek Sinkronisasi Bibir dan Suara
Video AI masih kerap gagal pada sinkronisasi bibir dan suara. Mulut bisa bergerak sedikit terlambat, atau ekspresi wajah tidak ikut berubah saat intonasi suara naik. Otak manusia sangat peka terhadap hal ini, sehingga kita biasanya menyadari bahwa ada sesuatu yang terasa janggal.
5. Label AI
Cara paling jelas untuk mengenali konten AI adalah dengan memperhatikan keterangan caption atau label bertuliskan “AI-generated” yang disediakan oleh platform. Watermark dari aplikasi atau website AI juga sering ditemukan di pojok atas atau bawah video. Sayangnya, beberapa platform belum dapat secara otomatis mengidentifikasi video AI, dan sebagian kreator sengaja menyembunyikan caption atau watermark tersebut untuk menipu penonton.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin