Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Keutamaan Surah Maryam sebagai Terapi Spiritual bagi Perempuan yang Merasa Lelah

Magang Radar Malioboro • Selasa, 27 Januari 2026 | 12:56 WIB
“Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan batin.” (Sumber: Pinterest)
“Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan batin.” (Sumber: Pinterest)

RADAR MALIOBORO— Menjadi perempuan di era modern bukan perkara mudah. Berbagai peran kerap datang bersamaan: sebagai anak, pasangan, ibu, pekerja, hingga individu yang dituntut selalu kuat. Tak jarang, beban itu menumpuk dan berubah menjadi kelelahan emosional, kecemasan, bahkan rasa ingin menyerah yang sulit diungkapkan.

Dalam kondisi seperti itu, Islam hadir bukan hanya sebagai aturan ibadah, tetapi juga sebagai sumber ketenangan jiwa. Salah satu surah dalam Al-Qur’an yang kerap dirasakan dekat dengan pergulatan batin perempuan adalah Surah Maryam.

Kisah-kisah di dalamnya menggambarkan perjuangan, ketakutan, kesendirian, hingga pertolongan Allah yang datang di saat paling sulit.
Surah Maryam mengisahkan perjalanan hidup Maryam binti Imran, perempuan suci yang menghadapi tekanan sosial, rasa takut, dan ujian berat secara sendirian. Namun, justru dari titik paling rapuh itulah pertolongan Allah hadir dengan cara yang tak terduga. Kisah ini memberi pesan kuat bahwa merasa lelah, takut, atau rapuh bukanlah tanda lemahnya iman, melainkan bagian dari kemanusiaan.

Beberapa ayat dalam Surah Maryam sering dirasakan menenangkan bagi perempuan yang sedang berjuang secara mental. Ketika Maryam memilih menyendiri (QS. Maryam: 16), Al-Qur’an menunjukkan bahwa mengambil jarak untuk menenangkan diri bukanlah kesalahan. Saat rasa takut datang, Maryam berlindung kepada Allah (QS. Maryam: 18), menjadi pengingat bahwa kembali kepada Tuhan adalah bentuk coping yang paling mendasar.
Bahkan ketika Maryam berada di titik kelelahan paling dalam hingga berharap tak pernah ada (QS. Maryam: 23), Al-Qur’an tidak menutupinya. Ini menegaskan bahwa perasaan terpuruk bisa dialami siapa pun, termasuk perempuan semulia Maryam. Namun, Allah tetap hadir, memberi ketenangan, rezeki, dan pembelaan di saat Maryam tak lagi mampu berjuang sendiri.

Selain ketenangan batin, Surah Maryam juga mengajarkan pentingnya merawat diri secara fisik. Maryam diperintahkan untuk makan dan minum demi memulihkan tenaga (QS. Maryam: 25), menunjukkan bahwa penyembuhan tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga jasmani.
Karena itu, membaca Surah Maryam sering dipandang sebagai bentuk terapi spiritual bagi perempuan yang merasa lelah, cemas, atau kehilangan arah.

Ayat-ayatnya mengingatkan bahwa di balik setiap ujian, selalu ada perhatian dan pertolongan Allah.
Bagi perempuan yang sedang merasa dunia terlalu berat, meluangkan waktu untuk membaca Surah Maryam dengan tenang bisa menjadi langkah kecil untuk kembali menata hati. Sebab, seperti kisah Maryam, di balik kelelahan yang panjang, selalu ada harapan yang sedang disiapkan oleh Allah.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#perempuan #keutamaan #lelah #surah #Bagi #merasa #Sebagai #yang #spiritual #terapi #Maryam