Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Sinoman, Tradisi Gotong Royong Masyarakat Jawa

Magang Radar Malioboro • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:44 WIB
tradisi sinoman jawa (ai)
tradisi sinoman jawa (ai)

RADAR MALIOBORO - Di perkampungan Jawa, masih terdapat tradisi Sinoman atau dalam bahasa Jawa dikenal juga dengan kata “Laden”. Sinoman bermula sejak abad 14, yang dilakukan saat ada acara hajatan, hari besar keagamaan, maupun upacara kematian.

Mengenal Sinoman

Dalam bahasa Jawa, ‘Sinoman’ berarti para pemuda. Biasanya dilakoni oleh para pemuda-pemudi yang tergabung dalam karang taruna dengan menggunakan seragam khas, umumnya berupa batik.

Mereka yang membantu pekerjaan disebut sinoman dan aktivitasnya disebut nyinom. Para sinoman memiliki tugas seperti menyajikan makanan, menata meja dan kursi, dan membersihkan makanan ataupun lokasi acara setelah selesai tanpa mengharapkan imbalan.


Manfaat Sinoman
Mengandung nilai-nilai kekeluargaan, berikut beberapa manfaatnya:
1. Mempererat Tali Silaturahmi dan Persaudaraan
Ketika berkumpul dan bekerja sama, para sinoman akan menciptakan interaksi sosial. Sehingga memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan.

2. Menanamkan Nilai Gotong Royong
Lewat sinoman, anak muda belajar langsung gimana membantu orang tanpa minta bayaran. Nilai ini sangat penting untuk jaga solidaritas di tengah masyarakat yang semakin individualis.

3. Meringankan Beban Tuan Rumah
Dengan adanya bantuan dari sinoman, tuan rumah nggak perlu menyewa tenaga kerja, sehingga bisa mengurangi pengeluaran.
4. Membangun Solidaritas
Dengan sinoman menciptakan ikatan antarwarga, seperti akan saling bantu di kemudian hari.

Hingga kini, sinoman masih dilakukan di sejumlah daerah di Jawa sebagai wujud nyata gotong royong di tengah perubahan zaman dan masyarakat yang kian individualis.

(Nabila Kurnia Ekahapsari)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tradisi #Adat #sinoman #jawa #budaya