RADAR MALIOBORO - Indonesia dikenal memiliki banyak gunung aktif yang tersebar di wilayah Nusantara. Kondisi ini tak lepas dari letak geografis Indonesia yang berada di Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.
Meski menjadi daya tarik bagi para pendaki karena keindahannya, tidak semua gunung bisa didaki secara bebas, karena banyak gunung di Indonesia yang menyimpan risiko.
Beberapa gunung ditutup total untuk pendakian karena statusnya sebagai kawasan konseversi maupun aktivitas alam yang berbahaya. Penutupan ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan sekaligus menjaga kelestarian alam.
Berikut beberapa gunung di Indonesia yang dilarang untuk didaki:
1. Gunung Anjasmoro
Gunung satu ini terletak di Jawa Timur, yang membentang di wilayah Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Gunung ini termasuk yang tidak boleh didaki karena merupakan kawasan konservasi sejak 1992 di bawah Tahura Raden Soerjo. Ekosistemnya masih alami dan menjadi habitat flora fauna yang dilindungi.
Tak hanya itu, medan Anjasmoro berbahaya, karena topografinya curam dan terjal sehingga berisiko tinggi bagi pendaki.
2. Gunung Merapi
Gunung ikonik yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, yakni Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten.
Dengan ketinggian 2.930 mdpl, Merapi termasuk gunung api aktif dengan aktivitas vulakniknya tinggi dan guguran material berbahaya.
3. Gunung Baluran
Gunung berapi yang terletak di Kabupaten Situbondo ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Baluran dan berbatasan langsung dengan Selat Bali.
Baluran tidak boleh didaki karena berada di kawasan konservasi. Jalurnya juga ekstrem, dan terdapat flora langka.
4. Gunung Marapi
Gunung Marapi terletak di Sumatra Barat, dengan ketinggian 2.891 mdpl.
Termasuk gunung yang tidak boleh didaki karena status aktivitas vulkanik yang aktif dan tidak stabil, serta erupsi yang mendadak.
5. Gunung Sinabung
Berlokasi di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, gunung ini memiliki ketinggian 2.640 mdpl.
Gunung ini awalnya boleh didaki, tetapi kini dilarang karena statusnya sebagai gunung api aktif yang sering erupsi.
(Nabila Kurnia Ekahapsari)