RADAR MALIOBORO - Kanker pankreas selama ini dikenal sebagai salah satu kanker paling menakutkan di dunia.
Penyakit ini sering datang diam-diam, baru ketahuan saat sudah parah, dan sangat sulit diobati.
Namun, di awal tahun 2026, dunia medis dikejutkan oleh kabar besar dari Spanyol.
Sekelompok ilmuwan berhasil membuat tumor kanker pankreas menghilang sepenuhnya dan tidak kembali, setidaknya dalam uji coba laboratorium yang dilakukan pada tikus.
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Mariano Barbacid, ilmuwan kanker ternama asal Spanyol yang sudah puluhan tahun meneliti kanker agresif.
Timnya berasal dari Spanish National Cancer Research Centre (CNIO), salah satu pusat riset kanker terbaik di dunia.
Kenapa Kanker Pankreas Sangat Ditakuti?
Jenis kanker yang diteliti adalah pancreatic ductal adenocarcinoma, bentuk kanker pankreas yang paling sering terjadi dan paling mematikan.
Banyak pasien baru tahu dirinya sakit saat kanker sudah menyebar.
Karena itu, angka harapan hidupnya sangat rendah, kurang dari 10 persen pasien bisa bertahan lima tahun setelah diagnosis.
Masalah utamanya ada pada satu gen bernama KRAS. Bisa dibayangkan, gen ini seperti pedal gas mobil yang macet, terus menyuruh sel kanker tumbuh tanpa henti.
Sekitar 90 persen kanker pankreas punya kerusakan pada gen ini.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mencoba menghentikan KRAS, tapi kanker selalu punya akal licik untuk bertahan.
Kenapa Obat Selama Ini Sering Gagal?
Beberapa obat yang menargetkan KRAS memang sudah ada dan bisa memperpanjang hidup pasien.
Namun, hasilnya sering tidak bertahan lama.
Sel kanker sangat pintar.
Saat satu jalur pertumbuhannya ditutup, ia akan mencari jalan lain untuk bertahan hidup.
Inilah alasan mengapa banyak pengobatan kanker pankreas hampir selalu gagal.
Terapi tunggal tidak cukup untuk melawan penyakit yang sangat adaptif ini.
Dr. Barbacid sendiri sudah lama mengatakan bahwa kanker pankreas tidak bisa dikalahkan dengan satu obat saja.
Pendekatan Tiga Obat untuk Menghentikan Kanker
Untuk mengatasi kecerdikan kanker ini, tim CNIO mencoba pendekatan berbeda.
Melansir India Today, mereka menggunakan tiga obat sekaligus dalam percobaan laboratorium pada tikus.
Tujuannya sederhana, yakni tidak memberi kanker kesempatan untuk kabur.
Obat pertama, daraxonrasib, bertugas mematikan mesin utama pertumbuhan kanker, yaitu sinyal KRAS.
Obat kedua, afatinib, menutup jalur alternatif yang biasa dipakai sel kanker saat KRAS diblokir.
Obat ketiga, SD36, mematikan sistem cadangan darurat yang biasanya aktif saat sel berada dalam tekanan.
Hasil pada Tikus: Tumor Hilang dan Tidak Kembali
Saat ketiga obat ini diberikan bersamaan pada tikus percobaan, hasilnya sangat mengejutkan.
Tumor pankreas mengecil, lalu menghilang sepenuhnya.
Yang paling penting, kanker tidak muncul kembali, bahkan lebih dari 200 hari setelah pengobatan dihentikan.
Efek serupa juga terlihat pada beberapa model percobaan lain, termasuk tumor dari jaringan pasien manusia yang ditumbuhkan di laboratorium.
Ini memperkuat keyakinan bahwa hasilnya bukan kebetulan.
Efek Samping Ringan pada Hewan Percobaan
Selain efektif, kombinasi tiga obat ini juga relatif aman pada tikus laboratorium.
Hewan percobaan tidak menunjukkan efek samping serius.
Ini penting karena banyak terapi kanker gagal dilanjutkan ke manusia akibat dampak berbahaya obat yang terlalu tinggi.
Karena itu, para peneliti menilai pendekatan ini punya peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Penting Dicatat: Belum Dicoba pada Manusia
Meski hasilnya sangat menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa terapi ini belum diuji pada manusia.
Semua hasil sejauh ini masih berasal dari tikus dan model laboratorium.
Sebelum bisa digunakan pada pasien, masih dibutuhkan uji klinis yang panjang dan sangat ketat.
Perhatian Dunia Internasional
Temuan ini mendapat sorotan luas.
Akun resmi Kedutaan Besar Spanyol di Inggris pada platform X menyebut pencapaian ini sebagai langkah penting dalam perang melawan kanker pankreas.
“Tim ilmuwan dari Pusat Riset Kanker Spanyol, yang dipimpin oleh ilmuwan ternama Dr. Mariano Barbacid, telah berhasil membuat kanker pankreas menghilang sepenuhnya dan secara permanen dalam model percobaan. Temuan ini berpotensi membawa perubahan besar dalam perjuangan melawan penyakit ini,” tulis @EmbSpainUK pada Rabu (28/1/2026).
Meski publik diimbau untuk tetap realistis, para ahli sepakat bahwa ini adalah salah satu sinyal paling kuat sejauh ini bahwa kanker pankreas tidak sepenuhnya tidak terkalahkan. (Alya Ruhadatul Nabilah Aisy)
Editor : Meitika Candra Lantiva