Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ilmuwan Tempe Asal Indonesia Raih Ando Momofuku Award di Jepang, Tetap Pegang WNI di Tengah Isu Brain Drain

Editor Content • Rabu, 25 Februari 2026 | 12:39 WIB

Dr. Sastia Prama Putri, associate professor Osaka University, Jepang.
Dr. Sastia Prama Putri, associate professor Osaka University, Jepang.

RADAR MALIOBORO , 25 Februari 2026 – Dr. Sastia Prama Putri, associate professor Osaka University, jadi perempuan asing pertama peraih Ando Momofuku Award berkat riset tempe penurun kolesterol.

Kisahnya jadi inspirasi di tengah polemik beasiswa dan kewarganegaraan.

Di tengah ramainya diskusi soal brain drain dan isu kewarganegaraan awardee beasiswa luar negeri yang viral belakangan ini, muncul sosok inspiratif dari diaspora Indonesia.

Dr. Sastia Prama Putri, ilmuwan kelahiran Jakarta yang telah 21 tahun berkarier di Jepang, berhasil meraih Ando Momofuku Award bergengsi berkat penelitiannya pada tempe.

Sastia, yang kini menjabat Associate Professor di Osaka University (The University of Osaka), menjadi perempuan asing pertama sekaligus ilmuwan non-Jepang pertama yang menerima penghargaan tersebut dari Ando Foundation.

Penghargaan diberikan pada akhir 2023 lalu atas penemuan senyawa aktif dalam tempe yang terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol melalui pendekatan metabolomics dan nutritional epidemiology.

Penelitian Sastia menunjukkan bahwa tempe, makanan fermentasi kedelai khas Indonesia, mengandung bioactive metabolites yang memiliki potensi kesehatan signifikan.

Hasil studinya telah dipublikasikan di berbagai jurnal internasional dan bahkan berkontribusi pada pengembangan tempe flour sebagai functional food.

Yang menarik, meski telah tinggal lebih dari dua dekade di Negeri Sakura dan sukses secara global, Sastia tetap mempertahankan status Warga Negara Indonesia (WNI).

Ia aktif berkontribusi bagi tanah air melalui kolaborasi dengan UMKM Indonesia untuk menembus pasar Jepang serta membimbing puluhan mahasiswa doktoral Indonesia agar bisa kembali dan membangun negeri.

Kisah Sastia menjadi sorotan luas setelah diangkat oleh akun Good News From Indonesia (@GNFI) di platform X.

Utas tersebut membandingkan kiprahnya yang mandiri tanpa beasiswa negara, namun tetap menjaga identitas nasional, dengan polemik terkini soal awardee beasiswa yang diduga mengutamakan kewarganegaraan asing untuk anaknya.

“Keberhasilan Sastia membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level dunia tanpa harus melepaskan jati diri nasional. Ini perspektif berbeda soal nasionalisme dan kontribusi ilmiah di era diaspora,” tulis GNFI dalam utasnya yang viral.

Sebelum Ando Momofuku Award, Sastia juga pernah meraih L’Oreal-UNESCO For Women in Science pada 2015.

Kariernya di Jepang dimulai setelah mengikuti program pascasarjana UNESCO di Osaka University, dan sejak itu ia terus mengembangkan riset metabolomics pada produk pangan fermentasi Indonesia.

Prestasi ini diharapkan bisa menginspirasi generasi muda Indonesia, termasuk di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang kaya akan talenta akademik, untuk terus berkarya tanpa batas geografis, sambil tetap menjaga ikatan dengan tanah air.

Sastia Prama Putri membuktikan: sukses internasional tak harus berarti “hilang” dari Indonesia. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Ando Momofuku Award #Sastia Prama Putri #brain drain Indonesia #riset tempe #ilmuwan Indonesia di Jepang #Osaka University