Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Heboh Skandal Chat Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI Depok, Jawa Barat, 16 Orang Angkatan 2023 Dihadapkan Forum Mahasiswa, Dekan Ancam Rekomendasikan Drop Out

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 14 April 2026 | 08:36 WIB
Sidang forum mahasiswa FH UI yang dilangsungkan secara live di TikTok pada malam 13 April 2026. (@kalistohenituse)
Sidang forum mahasiswa FH UI yang dilangsungkan secara live di TikTok pada malam 13 April 2026. (@kalistohenituse)

DEPOK – Kasus dugaan pelecehan seksual verbal dan objektifikasi perempuan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) semakin ramai dibicarakan publik. Sebanyak 16 mahasiswa angkatan 2023 terlibat dalam grup chat yang berisi komentar vulgar terhadap mahasiswi dan dosen perempuan, termasuk hingga 7 dosen wanita. Kasus ini viral di media sosial X sejak 12 April 2026 setelah tangkapan layar chat bocor. 

Menurut thread update yang dibagikan akun X @kalistohenituse, 16 mahasiswa tersebut dihadapkan dalam sidang forum mahasiswa FH UI yang dilangsungkan secara live di TikTok pada malam 13 April 2026. Foto-foto para terduga pelaku sempat ditampilkan di forum, memicu emosi kuat dari korban dan peserta sidang.

Salah satu dosen perempuan yang menjadi korban objektifikasi hadir dalam forum. Beliau mengaku kaget saat melihat namanya disebut dalam chat tersebut. “Pas saya lihat chatnya, saya kaget ada nama saya,” ujar dosen berpakaian batik yang sempat dipeluk mahasiswi lain dalam momen haru di forum.

Kasus ini pertama kali diungkap oleh mahasiswa inisial MT yang disebut sebagai whistleblower. MT mengaku tidak bisa keluar dari grup yang awalnya untuk satu kosan, hingga chat tersebut ketahuan pacarnya. Ia kemudian menyebarkan screenshot karena merasa tidak bersalah.

Baca Juga: Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

Beberapa pengakuan mengejutkan terungkap di forum:

Muhammad Nasywan mengakui melecehkan pacarnya sendiri (sekarang mantan) di grup chat. Ia menangis saat mantannya speak up di depan forum.

Keona Ezra Pangestu sempat membantah, tetapi terbukti terlibat pelecehan verbal terhadap dosen perempuan. Setidaknya 7 dosen menjadi target komentar tidak pantas.

Irfan Khalis dan Rafi Muhammad mengakui terlibat bersama Keona. Mereka menyebut grup sempat beranggotakan hingga 30 orang sebelum sebagian dikeluarkan secara acak.

Muhammad Kevin Ardiansyah, yang disebut sebagai Ketua Angkatan 2023 sekaligus Ketua PMB FH UI 2026, disebut sering menerima curhatan terkait kasus ini.

Baca Juga: NIKI Siap Tampil di Prambanan Jazz Festival 2026, Jadi Magnet Utama Hari Kedua Digelar Juli

Danu Priambodo disebut membiarkan kakaknya sendiri menjadi korban pelecehan oleh pelaku lain.

Reyhan Fayyaz Rizal mengakui menulis chat “diam itu consent”.

Valenza Harisman disebut menulis komentar vulgar bahwa korban “layak untuk digesek-gesek menggunakan alat kelamin”.

Dekan FH UI, Parulian Paidi Aritonang, mengecam keras perbuatan tersebut. Dalam pernyataan resminya, ia memastikan kasus akan diproses hingga tuntas dan tidak ragu merekomendasikan sanksi Drop Out (DO) kepada Rektor UI.

Rektor UI Heri Hermansyah juga menyatakan pihak kampus serius menangani kasus ini. Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UI turun tangan melakukan investigasi mendalam, termasuk kemungkinan koordinasi dengan penegak hukum jika ada unsur pidana.

Baca Juga: Lokal yang Menggantikan Platform Global, China dan Ekositem Aplikasi Digital

Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FH UI telah mencabut keanggotaan aktif 16 mahasiswa tersebut dari Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) FH UI melalui SK Nomor 007/SK/BPMFHUI/IV/2026.

Kasus ini menuai kecaman keras dari netizen. Banyak yang menilai ironis karena pelaku adalah mahasiswa fakultas hukum yang seharusnya paham etika dan hukum.

“Masuk UI susah, tapi malah rusak nama baik kampus dan masa depan sendiri,” komentar salah satu warganet.

Publik menuntut sanksi tegas, termasuk DO dan blacklist agar memberikan efek jera.

 Forum mahasiswa yang berani menggelar sidang terbuka mendapat apresiasi karena dianggap transparan dan mendukung korban.

Baca Juga: Warga Rokan Hilir Ngamuk Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba, Anak Sekolah Jadi Korban, Polisi Diminta Segera Bertindak

FH UI dan UI menegaskan komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas kekerasan seksual.

 Proses investigasi resmi masih berjalan, dan pihak kampus meminta masyarakat menunggu hasil resmi sambil terus mengawal kasus ini.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh sivitas akademika bahwa perilaku tidak pantas, meski “hanya di chat”, tetap melanggar kode etik dan dapat berujung sanksi berat, termasuk pidana jika terbukti. (iwa) 

(Sumber: Thread X @kalistohenituse, pernyataan resmi FH UI, dan pemberitaan media nasional) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#skandal chat pelecehan seksual mahasiswa FH UI #16 mahasiswa FH UI #Drop Out FH UI #pelecehan seksual mahasiswa #pelecehan seksual