Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Festival Iklim Bumi, Kita, dan Masa Depan Digelar Besok di Taman Pintar Yogyakarta, Anak-Anak Jadi Aktor Utama Lawan Krisis Iklim

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 23 April 2026 | 08:41 WIB
Ilustrasi bumi, kita, dan masa depan. (AI Image Generator)
Ilustrasi bumi, kita, dan masa depan. (AI Image Generator)

 JOGJA – Mulai Jumat 24 April hingga Sabtu 25 April 2026, Hall Phytagoras Taman Pintar Yogyakarta akan menjadi pusat aksi nyata anak-anak menghadapi perubahan iklim.

Festival Iklim bertajuk “Bumi, Kita, dan Masa Depan” ini digelar oleh Yayasan SHEEP Indonesia bersama 12 sekolah dan satu pondok pesantren di wilayah Yogyakarta serta Sleman, bekerja sama dengan jejaring WALHI Yogyakarta. 

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WIB ini terbuka gratis bagi siswa, guru, orang tua, serta masyarakat umum.

 Festival ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang edukasi, melainkan ruang bagi anak-anak untuk menjadi penyaji, penggerak, sekaligus pemimpin dalam isu keadilan iklim.

Baca Juga: Adopsi Teknologi Agroforestri Jadi Strategi Jitu Dongkrak Nilai Ekonomi Lahan Kakao Petani

 Melalui pendekatan kreatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran serta mendorong aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat menghadapi krisis iklim yang semakin mengkhawatirkan.

Indonesia, termasuk Yogyakarta, semakin sering mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan kekeringan.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2025 menyebutkan lebih dari 70 persen bencana di Tanah Air merupakan bencana terkait iklim.

Sementara itu, UNICEF mencatat bahwa lebih dari 10 juta anak di Indonesia terdampak langsung maupun tidak langsung setiap tahunnya, mulai dari terganggunya akses pendidikan, risiko kesehatan, hingga tekanan psikososial akibat kehilangan tempat tinggal dan rasa aman.

Festival Iklim ini hadir sebagai respons konkret terhadap tantangan tersebut dengan menempatkan anak sebagai aktor utama.

Festival ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi anak serta masyarakat dalam isu perubahan iklim, keadilan iklim, dan perlindungan hak anak melalui pendekatan edukatif, kreatif, dan partisipatif.

 Secara khusus, acara ini memberikan ruang bagi anak dan sekolah untuk menyuarakan pengalaman serta perspektif mereka, meningkatkan pemahaman tentang dampak perubahan iklim terhadap kehidupan dan hak anak, serta menguatkan kolaborasi antara sekolah, masyarakat sipil, dan berbagai pihak terkait.

Baca Juga: Fasilitas Interaktif Lilla Store di Pakuwon Mall Jogja, dari Area Bermain Anak hingga Uji Coba Produk Elektronik

Rangkaian kegiatan selama dua hari penuh dengan aktivitas menarik. Pada Jumat, 24 April 2026, festival dibuka dengan ceremony pembukaan dan penampilan dari siswa SD Bopkri Sidomulyo, MTs Masyithoh, Pondok Pesantren Khoiro Ummah, serta SMA Bumi Cendekia. Sorotan utama adalah talkshow “Ketika Iklim Berubah: Dari Cuaca Ekstrem, Bencana, hingga Ancaman Pangan dan Kesehatan” yang menghadirkan narasumber dari BMKG, Yayasan SHEEP Indonesia, WALHI, SP Kinasih, dan CD Bethesda. Sore harinya digelar lomba tari untuk siswa SD dan SMP serta penampilan dari Sasenitala ISI Yogyakarta.

Sabtu, 25 April 2026, festival kembali dimeriahkan dengan penampilan dongeng dari SMP Bumi Cendekia, kolaborasi tari dari SD Sanjaya Tritis, bedah buku “Anak Membaca Iklim” karya siswa dan guru sekolah mitra, serta berbagai penampilan lainnya seperti tari, drama, angklung, teater, dan band dari sekolah-sekolah peserta. Puncaknya adalah talkshow kedua bertajuk “Anak di Tengah Krisis Iklim: Risiko, Kerentanan dan Tanggung Jawab Perlindungan” yang melibatkan narasumber dari Yaphi, LBH Yogyakarta, DP3AP2 DIY, dan Yayasan SHEEP Indonesia.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati Expo Climate yang menampilkan pameran karya anak dari 13 mitra sekolah dan pesantren berupa riset, cerita aksi siswa, serta pembelajaran guru. Ada pula Jelajah Bumi dengan sistem stamp untuk mendapatkan souvenir, Kuis Cerdas Jaga Bumi yang menyajikan hadiah menarik, serta berbagai workshop kreatif seperti pembuatan es krim kelor, ecoprint, upcycle plastik dan kayu bekas, serta sablon kaos. Pengunjung juga diajak menghitung jejak karbon harian melalui aktivitas interaktif Jejak Karbon Kita untuk menyadari dampak pilihan sehari-hari terhadap bumi.

Festival ini diselenggarakan oleh Yayasan SHEEP Indonesia bersama mitra sekolah dan pesantren yakni SMP & SMA Bumi Cendekia, MA Nur Iman Sleman, SD Sanjaya Tritis, SMPIT Abu Bakar Fulliday School, MA Masyithoh Gamping Sleman, SD LHI Juara Yogyakarta, Pondok Pesantren Khoiro Ummah, MTs Masyithoh Gamping Sleman, SMP Bopkri 3 Yogyakarta, SMA Bopkri 2 Yogyakarta, SD Bopkri Sidomulyo 1 Godean, SD Bopkri Gondolayu, serta jejaring WALHI Yogyakarta yang meliputi SP Kinasih, CD Bethesda, LKY, Cakrawala, Sasenitala, LBH Yogyakarta, dan organisasi mahasiswa pencinta alam.

Baca Juga: Adopsi Teknologi Agroforestri Jadi Strategi Jitu Dongkrak Nilai Ekonomi Lahan Kakao Petani

Festival Iklim “Bumi, Kita, dan Masa Depan” menjadi momentum Hari Bumi yang tepat untuk membangun gerakan keadilan iklim berbasis komunitas di Yogyakarta. Anak-anak bukan hanya penonton, melainkan pelaku utama yang siap menjaga bumi dan masa depan generasi mendatang. {×} 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Wahana lingkungan hidup #Walhi Yogyakarta #Hall Phytagoras #taman pintar #perubahan iklim