SLEMAN - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan Service Excellent bagi seluruh staf Klinik Pratama Aisyiyah Panggeran, Triharjo, Sleman, pada awal Februari lalu.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kinerja pelayanan di klinik yang baru berdiri Agustus 2025 tersebut.
Klinik Pratama Aisyiyah Panggeran merupakan fasilitas kesehatan milik Pimpinan Cabang Aisyiyah yang baru beroperasi selama 5 bulan saat pelatihan berlangsung.
Dengan jumlah staf 25 orang termasuk dokter, seluruhnya masih tergolong karyawan baru dan berusia muda.
Baca Juga: YIA Resmi Jadi Embarkasi Haji 2026, Pertamina Pasok 3.614 KL Avtur untuk 52 Kloter
Kondisi ini menjadi alasan pihak manajemen klinik mengajukan permintaan khusus kepada UMY untuk memberikan pembekalan service excellent.
“Kami melihat semangat dan potensi besar dari para staf, namun karena mayoritas masih baru, perlu ada penyamaan standar layanan."
"Pelatihan ini kami rancang agar mereka tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga unggul dalam melayani pasien dengan hati,” jelas Atik Septi Winarsih, S.IP., M.Si , dosen Ilmu Pemerintahan UMY yang bertindak sebagai narasumber utama sekaligus Ketua Pengabdian Masyarakat.
Adapun anggota tim abdimasyarakat terdiri dari Dewi Sekar Kencono, SIP., M.Si, Nanda Novita, Rivaldi Alan Saputra dan Rafiqmia Ihsanuddin Nur Azizta.
Baca Juga: Astra Motor Racing Team Borong Podium di Mandalika Racing Series 2026 Ronde Pembuka
Pelatihan dilaksanakan di ruang depan klinik yang berfungsi sebagai area pendaftaran dan ruang tunggu pasien.
Meski keterbatasan tempat, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme dan konsentrasi 25 peserta.
Mereka mengikuti sesi mulai dari teori dasar service excellent, komunikasi empatik, penanganan keluhan, hingga simulasi praktik layanan prima.
Materi yang diberikan menekankan bahwa pelayanan kesehatan berbeda dengan jasa lainnya karena menyangkut harapan dan kondisi psikologis pasien.
Baca Juga: Keseruan Komunitas Honda PCX160, Astra Motor Yogyakarta Ajak Healing Ala “Bapack”
Menurut Dewi Sekar Kencono selaku Tim Abdi Masyarakat, staf dilatih untuk menerapkan 5 (lima) prinsip Service Excellent yaitu:
Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, dan Responsiveness.
“Senyum, sapa, salam, sopan, santun harus menjadi budaya kerja. Pasien datang dalam kondisi sakit, tugas kita membuat mereka nyaman sejak di meja pendaftaran,” tegas Dewi Sekar Kencono., SIP., M.Si
Pihak manajemen Klinik Pratama Aisyiyah Panggeran dr. Asti Haryani yang juga alumni UMY menyambut baik kegiatan ini.
Baca Juga: Yogyakarta Jadi Pembuka Rangkaian MILO ACTIV Indonesia Race 2026, Diikuti 4.500 Pelari
“Usia klinik kami masih sangat muda. SDM adalah aset utama."
"Pelatihan dari UMY ini menjadi bekal penting agar staf kami lebih siap memberikan layanan yang profesional, ramah, dan Islami sesuai nilai-nilai Aisyiyah,” ujar Asti.
Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini adalah terbentuknya standar pelayanan prima yang konsisten di Klinik Aisyiyah Panggeran.
Dengan pelayanan yang unggul, diharapkan kepercayaan masyarakat Triharjo dan sekitarnya terhadap klinik semakin meningkat.
Baca Juga: Yogyakarta Jadi Pembuka Rangkaian MILO ACTIV Indonesia Race 2026, Diikuti 4.500 Pelari
Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen UMY dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan tingkat pratama, sekaligus bentuk sinergi antara perguruan tinggi dengan Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Dalam kegiatan ini tim abdimasyarakat memberikan hibah alat berupa stetoskop dan fingerprint kepada Klinik Aisyiah Panggeran. (red)
Editor : Iwa Ikhwanudin