Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Roadshow Antariksa di SMK N 2 Gedangsari: Edukasi Judi Online, Melindungi Pelajar sejak Dini

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 29 April 2026 | 10:04 WIB
Roadshow Antariksa. (Hanifah)
Roadshow Antariksa. (Hanifah)

 

RADAR MALIOBORO -  Suasana berbeda terasa di SMK Negeri 2 Gedangsari, Gunungkidul, ketika puluhan siswa berkumpul mengikuti program edukasi yang diadakan Antariksa (Ajang Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNISA).

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 28 April 2026 itu menghadirkan materi seputar bahaya
judi online secara interaktif dan menyenangkan.

Program ini mengusung tema "Stop Clicking
Start Living", sekaligus menjadi pengingat nyata betapa seriusnya ancaman judi daring bagi
generasi muda di era digital ini.

Baca Juga: Indonesia Kaji Produksi CNG Massal, Tekan Impor LPG yang Makan Triliunan Rupiah

Siswa Makin Melek Bahaya Judi Online
Materi yang disampaikan dalam program Antariksa mencakup pengenalan judi online, cara kerja iklan judi online yang kerap tersebar, hingga langkah-langkah praktis melindungi diri
dari jeratan judi online di dunia digital.

Para fasilitator menyampaikan materi secara
interaktif, membuka ruang diskusi yang hangat bersama para siswa.

Tak hanya itu, peserta juga dibekali pemahaman mendalam tentang cara kerja iklan judi
online yang kian hari kian sulit dikenali.

Banyak iklan judi online kini berkamuflase sebagai konten hiburan, aplikasi permainan biasa, atau bahkan promo hadiah berkedok kuis berhadiah yang tersebar masif di berbagai platform media sosial.

Baca Juga: Pesawat Presiden Israel Isaac Herzog Putar 8 Jam Hindari Ruang Udara Turki Menuju Kazakhstan

 

Para fasilitator menekankan bahwa justru iklan-iklan yang tidak secara terang-terangan
mencantumkan kata “judi” itulah yang paling berbahaya, karena mampu menjebak pengguna
yang belum memiliki literasi digital yang memadai.


Selain materi tentang pengenalan dan modus operandi judi online, program Antariksa juga
membekali siswa dengan langkah-langkah praktis perlindungan diri di dunia digital. Mulai
dari cara memblokir akun atau nomor yang mencurigakan.


Tidak sembarangan mengklik tautan dari sumber tidak dikenal, hingga bagaimana
melaporkan konten judi online kepada pihak berwenang maupun orang tua.

Seluruh materi dikemas secara interaktif dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian remaja, sehingga mudah dipahami dan langsung bisa dipraktekkan.

Baca Juga: Seorang Pria dari Suku Odisha, India, Gali Kubur Kakaknya, Bawa Kerangka ke Bank untuk Tarik Uang

Salah satu peserta yang turut aktif berbicara adalah Daffa Aji Maulana, siswa kelas 10 TKR
A.

Mengaku sudah tidak asing dengan dunia judi online, bukan karena ia pernah
mencobanya, melainkan karena paparan konten dan ajakan bermain judi Online datang begitu
sering dan dari berbagai arah.

Ajakan itu tidak hanya datang dari teman sebaya secara langsung, tetapi juga muncul melalui media sosial seperti TikTok dan YouTube yang setiap
hari ia gunakan.


Daffa pun berbagi pandangannya soal jenis iklan judi online yang menurutnya paling
berbahaya dan paling sulit dihindari oleh teman-teman seusianya.

Pengamatannya sederhana
namun tajam: bukan iklan yang terang-terangan memajang kata “judi” yang paling
mengancam, melainkan iklan biasa yang secara halus menggiring penggunanya menuju
platform judi online tanpa mereka sadari.

Baca Juga: YIA Resmi Jadi Embarkasi Haji 2026, Pertamina Pasok 3.614 KL Avtur untuk 52 Kloter


“Iklan yang biasa, Kak, yang justru lebih berbahaya. Kalau orang-orang
yang belum tahu atau belum paham bisa terjerumus. Beda dengan iklan yang
sudah jelas-jelas itu judi online orang langsung waspada,” ujar Daffa dengan percaya diri.


Daffa juga menjelaskan mengapa iklan judi online terlihat sangat menarik bagi remaja
seusianya. Iming-iming mendapatkan uang secara instan menjadi daya pikat utama yang sulit diabaikan oleh kaum muda yang masih dalam tahap mencari jati diri.

Namun berkat program Antariksa, Daffa kini tahu cara menghadapinya.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#bahaya judi online #unisa #antariksa #edukasi