Pengasih, Kulon Progo – Guru-guru di MA Muhammadiyah Al Manar Pengasih, Kulon Progo, kini semakin siap menghadapi era pembelajaran digital.
Melalui workshop pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), para pendidik belajar memanfaatkan teknologi green screen chromakey untuk menciptakan bahan ajar video yang kreatif, interaktif, dan kontekstual tanpa harus keluar kelas.
Kegiatan bertajuk "Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Green Screen Chromakey" digelar di Aula MA Muhammadiyah Al Manar Pengasih pada Sabtu (25/04/2026).
Workshop ini dipimpin oleh dosen Ilmu Komunikasi UMY Krisna Mulawarman, S.Sos., M.Sn. dan Dr. Yeni Rosilawati, SIP., S.E., M.M., dengan narasumber Dhimas Ananda dari UMY.
Dalam pelatihan tersebut, seluruh guru madrasah mendapatkan bimbingan intensif mulai dari konsep dasar green screen, teknik pengambilan gambar, hingga editing video profesional.
Hasilnya, para guru langsung mempraktikkan pembuatan video pengajaran mereka sendiri dan mempresentasikannya di akhir sesi.
Baca Juga: Roadshow Antariksa di SMK N 2 Gedangsari: Edukasi Judi Online, Melindungi Pelajar sejak Dini
Ketua tim pengabdian masyarakat Krisna Mulawarman mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme para guru.
“Dari yang awalnya takut teknologi, sekarang Bapak Ibu guru sudah bisa membuat video seolah-olah mengajar dari dalam jantung Indonesia, dari Papua, atau dari mana saja,” ujar Krisna.
Ia memberikan tiga pesan penting: langsung praktik membuat satu video dalam minggu ini, saling membantu dalam grup untuk berbagi background dan ide, serta selalu mengutamakan kualitas materi karena “teknologi keren, tapi materi guru yang nomor satu. Guru keren, siswa senang, pendidikan maju.”
Green screen memungkinkan guru menciptakan latar belakang pembelajaran yang sangat variatif — mulai dari visualisasi materi sejarah, alam, hingga konteks keagamaan — tanpa harus berpindah lokasi. Hal ini diharapkan membuat siswa lebih paham dan termotivasi belajar.
Kepala MA Muhammadiyah Al Manar Pengasih, Yusril Ahmad Alfikri, S.Sos., menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian Program Pengabdian Masyarakat UMY.
“Alhamdulillah, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas guru dan mendukung pembelajaran berbasis teknologi di madrasah kami,” katanya.
Menurut Yusril, kombinasi kompetensi guru dengan teknologi diharapkan membuat proses belajar mengajar semakin menggembirakan dan mendalam.
Ia berharap kegiatan ini menjadi awal akselerasi menuju visi MA Muhammadiyah Al Manar Pengasih sebagai Madrasah Mubaligh yang Unggul dan Berkemajuan.
Baca Juga: Indonesia Kaji Produksi CNG Massal, Tekan Impor LPG yang Makan Triliunan Rupiah
Workshop ini sejalan dengan upaya sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran berbasis IT dan HOTS (Higher Order Thinking Skills) sekaligus memperkuat basis tahfidzul Qur'an dan pengkaderan mubaligh.
Dengan semakin banyaknya guru yang menguasai green screen, diharapkan bahan ajar di MA Muhammadiyah Al Manar Pengasih semakin inovatif, sehingga siswa tidak hanya menerima ilmu secara pasif, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang lebih hidup dan menyenangkan di era digital. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin