YOGYAKARTA - TK Negeri Pembina Yogyakarta merayakan milad ke-43 dengan semarak Senin (4/5/2026).
Momentum ini tak sekadar seremoni. Tapi juga penguatan kolaborasi antara sekolah dan wali murid. Sekaligus momentum perayaan Hari Pendidikan Nasional.
Kepala sekolah TK Negeri Pembina Yogyakarta Suwarti langsung tancap gas. Ia mengemas perayaan dengan kegiatan edukatif dan partisipatif. Anak dan orang tua terlibat bersama.
“Perayaan ini bukan hanya ulang tahun. Ini ruang membangun karakter anak lewat kebersamaan sekolah dan keluarga,” ujar Kepala Sekolah yang baru menjabat satu bulan itu.
Beragam lomba digelar. Mulai mewarnai untuk siswa, hingga lomba memasak dan yel-yel bagi wali murid. Ada pula pengajian rutin dan bazar UMKM dari wali murid. Semua dirancang untuk mempererat relasi dan kebersamaan.
Baca Juga: Tunjukkan Dominasi, Pebalap Belia Astra Honda Melesat di Thailand Talent Cup 2026
Suwarti menegaskan arah kebijakan ke depan. Fokus pada pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan. Sekolah ingin melahirkan anak yang mandiri, santun, dan beriman.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan nilai kerja keras, hormat pada orang tua, dan cinta lingkungan,” katanya ditemui di sela kegiatan.
TK Negeri Pembina Yogyakarta saat ini memiliki 105 siswa. Terdiri dari tujuh kelas. Empat kelas TK B dan tiga TK A. Sebagai salah satu TK negeri tertua di Yogyakarta, sekolah ini terus berbenah.
Momentum milad menjadi gambaran pentingnya sinergi. "Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Orang tua menjadi kunci," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komite TK Negeri Pembina Yogyakarta Ki Sutikno menegaskan tantangan zaman saat ini semakin kompleks.
Termasuk pengaruh gadget pada anak. Pihaknya mengaku tidak menolak ataupun anti teknologi. Namun menekankan adanya pendampingan.
“Orang tua dan guru harus jadi penuntun. Bukan sekadar pengawas,” tegas mantan ketua KPAID Kota Yogyakarta itu.
Ki Sutikno yang juga merupakan Pengamat Tumbuh Kembang Anak DIJ itu menawarkan pendekatan sederhana. Ndeleng, Niteni, Nirokke, dan Nambahi. Empat langkah ini menjadi panduan mendidik anak di era modern.
“Teladan itu lebih kuat dari nasihat. Anak belajar dari apa yang dia lihat,” ujarnya.
Baca Juga: Tren Baru Kuliner, Restoran Ini Sediakan Dekorasi Meja tanpa Biaya Tambahan
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai budaya. Pendidikan harus melahirkan generasi yang santun dan rukun.
“Kita boleh mengikuti perkembangan zaman. Tapi jangan meninggalkan jati diri bangsa. Siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan akar budaya,” pungkasnya. (naf)
Editor : Bahana.