Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Praktik Judi Online Semakin Marak di Kalangan Remaja, Sasar Sekolah Antariksa Beri Edukasi Menyeluruh

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:33 WIB
Edukasi bahaya Judi Online oleh mahasiswa Antariksa.
Edukasi bahaya Judi Online oleh mahasiswa Antariksa.

 

 

RADAR MALIOBORO - Praktik judi online semakin marak di kalangan pelajar dan pelajar Indonesia.

Kegiatan ini meresahkan karena menimbulkan dampak destruktif.

Selain itu dapat memicu tindakan penyimpangan hingga kriminalitas.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menegaskan bahwa judi online merupakan aktivitas ilegal yang dilarang keras berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga: Wujudkan Kepedulian Sesama, Astra Motor Yogyakarta Gandeng PMI Sleman Gelar Donor Darah Rutin 2026

Meski dilarang keras namun respon dan ancaman itu semakin nyata.

Seiring maraknya platform judi online yang disisipkan dalam sebuah game maupun aplikasi tertentu.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat jutaan situs judi online telah diblokir dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, platform-platform baru terus bermunculan dengan berbagai nama samaran, membuat upaya pemberantasan menjadi pekerjaan yang tidak ada habisnya.

Baca Juga: KBRI Moskow Gelar Ki Hajar Dewantara Award 2026, Berikut Daftar Penerima Penghargaan Mahasiswa Indonesia di Rusia

Sebagai bentuk pencegahan sejak dini, edukasi bahaya judi online perlu digencarkan.

Mahasiswa memiliki andil dalam melakukan edukasi tersebut.

Melalui kegiatan komunitas, mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta yang tergabung dalam Antariksa menggelar sosialisasi dan edukasi bahaya judi online di sejumlah sekolah.

Salah satunya di SMAN 1 Mlati.

Seorang siswa kelas 10 yang akrab disapa Suci mengakui bahwa pengetahuannya tentang judi online sebelumnya hanya sebatas tahu bahwa aktivitas itu dilarang dan berdampak buruk.

Namun, ia juga mengungkapkan bahwa edukasi di sekolah terkait isu ini belum berjalan secara mendalam.

"Sekolah sudah memberikan materi, tapi baru sebatas luaran saja, belum lebih mendalam," ujar Suci.

Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Performa Smartphone Premium

 Ia juga menyebutkan bahwa sebelum kegiatan ini berlangsung, belum pernah ada edukasi serupa yang datang dari pihak luar, termasuk dari kampus atau komunitas mahasiswa manapun.

Soal peraturan penggunaan ponsel di sekolah sebagai upaya mencegah judi online, Suci menilai bahwa regulasi yang ada sudah cukup membantu, namun pengawasan di lapangan masih perlu ditingkatkan.

"Sudah ada aturannya, tapi masih kurang kontrolnya," ujarnya.

Ia menyarankan agar sekolah lebih gencar mengadakan sosialisasi dan memberikan perhatian lebih serius terhadap isu judi online di kalangan pelajar.

Baca Juga: Semarak Milad ke-43 TK Negeri Pembina Yogyakarta, Siap Bangun Karakter Lewat Kebersamaan

Sementara itu, Alisia Rizki Maulani, rekan satu kelas Suci dari kelas 10 C, mengaku senang sekaligus kaget dengan kehadiran tim Antariksa di sekolahnya.

 Bagi Alisia, sesi pemaparan materi oleh kak juli menjadi momen paling berkesan dalam kegiatan hari itu. Alisia mengakui bahwa sebelum mengikuti kegiatan ini, ia tidak menyangka judi online bisa sedahsyat itu dampaknya.

"Sebelum tahu, judi online tidak sebahaya itu di pikiran saya. Setelah kakak Juli menyampaikan materi, saya jadi lumayan cemas dan terpengaruh untuk lebih waspada," tuturnya.

Baca Juga: Tren Baru Kuliner, Restoran Ini Sediakan Dekorasi Meja tanpa Biaya Tambahan 

Perubahan perspektif inilah yang diharapkan oleh komunitas Antariksa melalui program edukasi langsung ke sekolah-sekolah.

Tidak berhenti di situ, Alisia menyatakan tekadnya untuk menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman di lingkungan sekitarnya.

Langkah kecil namun bermakna ini sejalan dengan semangat program Antariksa yang menginginkan siswa tidak sekadar menjadi pendengar pasif, melainkan menjadi agen perubahan nyata di komunitas mereka masing-masing.

Judi online memang telah menjadi persoalan serius di Indonesia.

Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa korban judi online tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, namun juga merambah ke kelompok remaja dan pelajar yang relatif rentan terhadap jeratan konten digital berbalut hiburan.

Dampaknya tidak hanya finansial, tetapi juga psikologis, akademis, dan sosial.

Baca Juga: YIA Resmi Jadi Embarkasi Haji 2026, Pertamina Pasok 3.614 KL Avtur untuk 52 Kloter

 

Harapan ke Depan: Edukasi yang Lebih Luas dan Terstruktur

Kegiatan di SMAN 1 Mlati ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi program yang lebih sistematis.

Komunitas Antariksa berencana memperluas jangkauan roadshow ke sekolah-sekolah lain di DIY dan sekitarnya, dengan materi yang terus diperbarui mengikuti perkembangan modus operandi platform judi online yang kian canggih.

Dari sisi kebijakan, para pengamat pendidikan menilai bahwa upaya pencegahan judi online di kalangan pelajar perlu masuk ke dalam kurikulum pendidikan formal.

Baca Juga: Tingkatkan Kinerja Pelayanan, Gelar Pelatihan Service Excellent bagi Staf Klinik Pratama Aisyiyah Panggeran, Triharjo, Sleman

Bukan hanya bergantung pada inisiatif komunitas.

Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan komunitas mahasiswa seperti Antariksa adalah kunci untuk menciptakan ekosistem perlindungan yang komprehensif bagi generasi muda Indonesia.

Kehadiran seperti Antariksa menjadi angin segar dalam upaya pencegahan.

Pendekatan sebaya, dimana mahasiswa langsung berbicara kepada pelajar SMA, dinilai lebih efektif karena jarak usia yang dekat menciptakan komunikasi yang lebih hangat, terbuka, dan mudah diterima.

Baca Juga: Tingkatkan Kinerja Pelayanan, Gelar Pelatihan Service Excellent bagi Staf Klinik Pratama Aisyiyah Panggeran, Triharjo, Sleman

Para siswa pun tampak lebih antusias menyimak dibandingkan jika materi disampaikan dalam format konvensional.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, diakhiri dengan seruan yang kuat dari para peserta. 

Alisia menitipkan dua pesan yang tegas dan penuh semangat: "Stop judi online" dan Pesan-pesan itu bukan sekadar kata-kata, melainkan cerminan dari kesadaran baru generasi muda yang kini mulai bergerak aktif melawan ancaman judi online demi masa depan yang lebih cerah.

 

 

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#SMAN 1 Mlati #judi online #antariksa #edukasi #sekolah