Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Wisuda Angkatan ke-100, Tujuh Siswi Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Tembus Kampus Luar Negeri

Heru Pratomo • Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:57 WIB
Madrasah Mu
Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Wisuda 206

 

 

BANTUL – Sebanyak tujuh siswi Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta berhasil diterima di perguruan tinggi bergengsi di luar negeri. Mulai dari Monash University Australia hingga Al Azhar Kairo, Mesir. Mereka menjadi bagian dari 206 siswa kelas 6 angkatan ke-100 Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta yang diwisuda di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (9/5).

Prestasi tersebut pun mendapat apresiasi dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Busyro mengingatkan, untuk kehidupan saat ini tidak cukup ukuwah bila hanya berputar di sekitar Muhammadiyah dan Aisiyah saja.

 

Menurut dia, untuk membangun dan memperkuat sumber daya manusia dengan landasan iman, ilmu dan amal juga perlu menjelajah dan mengambil pelajaran dari berbagai belahan dunia. Bahkan hal itu dituliskan dalam Alquran surat An-Naml.

Baca Juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tewaskan 3 Orang, WHO: Risiko Publik Masih Rendah, Virus Andes dari Argentina Menyebar ke 8 penumpang MV Hondius

“Perintahnya, diminta mengelilingi bumi lalu perhatikanlah dampak dari perbuatan orang-orang berdosa pada Allah dan yang berkhianat pada misi kemanusiaan dan peradaban,” ungkapnya.

 

Kata perhatikanlah, lanjut Busyro, membawa konsekuensi perlu untuk mengembangkn strategi dan riset dimulai dari madrasah. Karena jika dimulai di tingkat perguruan tinggi dinilai agak telat. Menurut dia, dalam adab dan ilmu mustahil tanpa riset.

“Karena untuk bisa mengetahui perkembangan yang akan datang dan perkembangan dunia serta alam semsesta tidak bisa dilepaskan dari manusia dengan kemanusiaannya,” kata dia.

Baca Juga: Gunung Dukono Meletus Dahsyat 8 Mei 2026, Kolom Abu Menjulang Tinggi di Atas Pemukiman dan Pelabuhan Halmahera Utara

Dala pegembangan riset pun, tambag Busyro, tidak harus selalu dengan pendekatan ilmiah. Tapi bisa dengan hal-hal sederhana. Seperti dengan sering-sering mengamati situasi orang-orang sekitar, tetangga sekitar. Baik masyarakat yang memiliki kelebihan dan yang mengalami kemiskinan dan pemiskinan.

“Kemiskinan itu fakta, tapi kalau pemiskinan itu ada kata kerja, itu yang terjadi di Indonesia,” tuturnya.

 

Direktur Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Unik Rasyidah, M.Pd menyebut, wisuda kali ini ada bagian dari perjuangan selama enam tahun di madrasah untuk menuju masa depan. “Dilepas dengan harapan doa yang tak pernah lepas,” katanya.

Baca Juga: Tertarik dengan Desain Merapat! Pemkab Klaten Gelar Sayembara Logo HUT 222 Klaten Berhadiah Rp 22,2 Juta

Unik pun berpesan, para siswi yang diwisuda ini kelak akan menjadi generasi perempuan yang menjadi cahaya di masyarakat. Ada yang menjadi ulama pendidik, pengusaha dan berbagai profesi lain.

Dia pun berpesan untuk menguatkan iman dan menjaga ilmu sebagai teman perjalanan agar kehiduapn terarah dan tidak kehilangan arah. “Jadilah perempuan yang kuat prinsipnya, luas ilmunya, anggun akhlaknya dan kuat imannya,” kata dia.

Editor : Heru Pratomo
#busyro muqoddas #aisiyah #Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta #al azhar #muhammadiyah