YOGYAKARTA - Maraknya kasus judi online, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar kampanye Social Movement Anti Judi Online.
Kegiatan merupakan bagian dari Ajang Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Antariksa) 2026.
Agenda tahunan mahasiswa semester 6 yang rutin diselenggarakan ini merupakan wadah implementasi kreativitas sekaligus kepedulian terhadap isu-isu sosial.
Sebanyak 130 mahasiswa mengikuti pawai lilin LED dari Gedung DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer.
Membawa poster berisi ajakan menjauhi judi online.
Mereka menggelar kampanye edukatif melalui monolog, pembacaan puisi, Wall of Dream, serta penggalangan tanda tangan petisi anti judi online.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Channel YouTube untuk Anak, dari Lokal hingga Internasional
Ketua Antariksa Anwar Annas Rifai mengatakan gerakan lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap dampak judi online yang tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengancam kesehatan mental, keharmonisan keluarga, dan masa depan generasi muda.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya judi online yang berdampak pada kesehatan mental, keluarga, hingga masa depan generasi muda," ujar Anwar Jumat (3/7/2026) malam.
Sementara Wakil Dekan FEISHUM UNISA Nur Fitri Mutmainah menilai maraknya judi online dipicu keinginan memperoleh keuntungan secara instan dan kini semakin mudah menjangkau masyarakat melalui media sosial.
Rangkaian Antariksa 2026 akan berlanjut dengan seminar anti judi online pada 9 Juli 2026 di Hall Baroroh Baried, Gedung Siti Walidah UNISA Yogyakarta.
Baca Juga: Bukan Sekadar Jahitan, Tetapi Harapan Keluarga : Kisah di Balik Label Personal Kubiksociety.id
Seminar menghadirkan narasumber dari OJK, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta program CSR GoPay untuk memperkuat literasi keuangan dan edukasi bahaya judi online. (naf)
Editor : Iwa Ikhwanudin