KLATEN – Pengabdian masyarakat skema pengembangan desa mitra yang digagas oleh para dosen Poltekkes Kemenkes Surakarta Jurusan Kebidanan menghadirkan terobosan baru dalam upaya pencegahan stunting.
Yakni berupa kegiatan bertajuk "Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Pelatihan Inovasi Olahan Pangan Nugget Ayem (NUGGET AYAM TEMPE): Sebagai Upaya Penanganan Gizi Kurang Pada Balita Usia 9-60 Bulan di Desa Leses, Manisrenggo, Klaten".
Acara tersebut berlangsung selama dua hari, 10 dan 14 Juli 2026, di Balai Desa Leses, Kecamatan Manisrenggo, Klaten.
Data menunjukkan prevalensi balita stunting di Jawa Tengah mencapai 20,8%.
Di wilayah Puskesmas Manisrenggo, angka gizi kurang sebesar 8,8%, sementara Desa Leses mencatat 11,9%.
Baca Juga: BTS Siap Guncang Jakarta dengan Konser 3 Hari di GBK Desember Ini
Kondisi ini mendorong akademisi untuk turun tangan.
Desa Leses sendiri memiliki kearifan lokal berupa produksi tempe yang sudah dipasarkan hingga luar daerah.
Namun, pemanfaatannya belum maksimal untuk mengatasi masalah gizi balita.
Tempe dikenal sebagai sumber protein nabati dengan kandungan vitamin B12 yang jarang dimiliki produk nabati lain.
Melalui inovasi Nugget AYEM (Ayam Tempe), para dosen bersama ahli gizi Puskesmas Manisrenggo memberikan pelatihan kepada kader kesehatan agar mampu mengolah tempe menjadi makanan bergizi yang digemari anak-anak.
Hari pertama dimulai dengan pembukaan, penandatanganan serah terima barang investasi, serta penyerahan peralatan masak dan bahan pembuatan nugget ayam tempe kepada Kepala Desa Leses, H. Mulyo Sanyata, SH.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang stunting oleh Lutfiana Puspita Sari, SST, Bdn, MPH, serta demonstrasi pembuatan nugget ayam tempe.
Demonstrasi pembuatan nugget ayam tempe ini dipandu oleh bidan desa Ika Sugianti, STr.Keb, Bdn.
Baca Juga: Adik Celine Evangelista Buka Sayembara, Tantang Publik Buktikan Isu Rumah Rp 200 Miliar
Hari kedua diisi dengan penilaian hasil olahan nugget ayam tempe dari masing-masing posyandu.
Tim juri terdiri dari ahli gizi Puskesmas Manisrenggo, bidan desa, serta dosen Poltekkes Surakarta.
Puncak acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada juara I, II, dan III lomba pembuatan nugget ayam tempe.
Melalui kegiatan ini, kader kesehatan di Desa Leses diharapkan mampu menjadi motor penggerak edukasi gizi di masyarakat.
Baca Juga: Juli SPEK7AKULER Hadir Bagi Konsumen Astra Motor Yogyakarta
Dengan inovasi nugget ayam tempe, balita yang mengalami gizi kurang dapat memperoleh asupan bergizi dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima.
Selain itu, pemanfaatan tempe sebagai produk lokal juga memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Kehadiran tokoh seperti Sekretaris Camat Manisrenggo Joko Triwiyanto, S.IP, MS, Kepala Puskesmas dr. Sri Lestari, serta 33 kader kesehatan desa Leses menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini.
Sinergi akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka stunting di Klaten.
Baca Juga: Juli SPEK7AKULER Hadir Bagi Konsumen Astra Motor Yogyakarta
Dengan pendekatan berbasis kearifan lokal, Desa Leses kini memiliki peluang besar untuk menjadi contoh desa inovatif dalam mengatasi masalah gizi balita. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin