KULON PROGO - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kulon Progo belum rampung 100 persen. Kendati belum rampung, operasional SR tetap berlangsung pada 31 Juli 2026 dengan ditandai kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Orangtua atau wali murid diharap tak khawatir dengan keamanan anak dan tetap melepaskan anak untuk hidup di asrama.
Kepala Dinas Sosial Pemperdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulon Progo Ernawati Sukeksi menjelaskan, SR Kulon Progo dipastikan beroperasi secara fungsional pada 31 Juli. Operasional secara fungsional ini dimaksudkan untuk mengingat sejumlah pekerjaan pembangunan yang masih tersisa di Kawasan SR Kulon progo.
"Yang digunakan hanya di area jenjang SD, itu sudah cukup menampung 314 siswa SR," ucap Erna, Kamis (30/7/2026).
Erna menjelaskan, kegiatan MPLS dan belajar mengajar SR Kulon progo akan difokuskan di area jenjang sekolah dasar. Lantaran, masih ditemukan pekerjaan oleh kontraktor di area jenjang SMP dan SMA. Kendati hanya di sekitar area jenjang SD, fasilitas disana dinilai mencukupi dan lengkap. Pasalnya, setiap area jenjang memiliki fasilitas ruang kelas, asrama, hingga fasum yang mampu menampung 500 siswa. Sedangkan jumlah siswa pada jenjang SD,SMP, dan SMA pada tahun ajaran 2026/2027 hanya 314 siswa.
Selama 10 hari ke depan masa MPLS, siswa akan berfokus untuk pengenalan lingkungan baru. Di hari pertama, siswa akan mendapat penyambutan. Termasuk mendapat cek kesehatan gratis hingga penyetelan seragam sekolah. Di hari selanjutnya, siswa akan diajak mengenal lingkungan asrama yang akan ditinggali selama beberapa tahun.
"Kami berharap orangtua merelakan anaknya pergi ke asrama, dan tidak perlu khawatirkan," ucapnya.
Erna berharap, orangtua atau wali murid tak khawatir dengan keadaan anak mereka. Walau pembangunan SR belum selesai, ruang gerak siswa akan dibatasi di area jenjang SD. Sehingga, potensi siswa masuk ke area pembangunan sangat minim.
Selain itu, orangtua dapat merelakan anak mereka untuk memulai kehidupan asrama. Menurutnya, fasilitas asrama cukup lengkap dan dirasa nyaman untuk ditinggali. Siswa juga mendapat waktu leluasa untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Termasuk mendapat pembimbingan langsung dari guru atau tenaga pendidik.
Baca Juga: Dokumenter BBC Soroti Dugaan Pelecehan Seksual yang Menyeret Jared Leto
Sementara itu, Kepala Sekolah SR Kulon Progo Agus Ristanto menjelaskan, selama masih ada pekerjaan pembangunan, pihaknya melakukan pengawasan ketat ke siswa. Tujuannya, agar siswa tak masuk area yang masih dalam masa pembangunan.
"Kami ekstra dalam pengawasan dan pendampingan anak," ucapnya.
Agus menjelaskan, MPLS akan dimulai Jumat 31 Juli 2026. Selama kegiatan itu, siswa akan mengenal lingkungan sekolah dan asrama. Pihaknya turut mendapat bantuan dari taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) beserta pembimbingnya. (gas)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja