Fasilitas Sekolah Rakyat Kulon Progo Belum Lengkap, Siswa Jemur Pakaian di Pagar Asrama

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:29 WIB
Siswa sekolah rakyat terintegrasi 1 Kulon Progo menjemur pakaian di pagar asrama. (Foto: ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA) 
Siswa sekolah rakyat terintegrasi 1 Kulon Progo menjemur pakaian di pagar asrama. (Foto: ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA) 

 KULON PROGO – Aktivitas belajar di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kulon Progo mulai berjalan. Namun, di balik dimulainya kehidupan berasrama bagi para siswa, masih terdapat sejumlah keterbatasan fasilitas penunjang yang harus dihadapi bersama.

Salah satu kondisi yang paling terlihat adalah belum tersedianya sarana jemuran pakaian di area asrama. Akibatnya, para siswa memanfaatkan pagar di sisi bangunan sebagai tempat menjemur pakaian setelah mencuci secara mandiri.

Meski demikian, aktivitas pembelajaran maupun pembinaan karakter tetap berlangsung seperti biasa. Pihak sekolah menegaskan keterbatasan sarana tidak mengurangi semangat untuk membangun kemandirian para siswa yang kini menjalani kehidupan di lingkungan asrama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SR Terintegrasi 1 Kulon Progo, Agus Ristanto, menjelaskan para siswa telah menjalani kehidupan di asrama selama tiga hari tiga malam. Masa awal tersebut difokuskan pada proses adaptasi melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus pengenalan kehidupan berasrama.

Baca Juga: Kedubes Iran di Jakarta Tegaskan Tak Pernah Kejar Senjata Nuklir, Respons Pernyataan Prabowo Soal Ancaman Perlombaan di Timur Tengah

Menurutnya, proses penyesuaian tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam keseharian siswa di asrama. Para guru asuh dan wali asrama berperan aktif membimbing siswa agar terbiasa dengan pola hidup yang lebih mandiri dan disiplin.

"Kehidupan di asrama menuntut siswa belajar mandiri. Mereka mulai dibiasakan bangun pagi, beribadah, merapikan tempat tidur, menjaga kebersihan kamar, hingga menyelesaikan pekerjaan pribadi secara bersama-sama," ujarnya.

Agus mengatakan, sebagian siswa masih membawa kebiasaan saat tinggal bersama keluarga. Karena itu, sekolah berupaya membangun budaya hidup bersama melalui aturan yang disepakati oleh penghuni setiap kamar. Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

Selain mengikuti kegiatan belajar, para siswa juga menjalankan rutinitas membersihkan lingkungan serta mencuci pakaian sendiri. Aktivitas mencuci dilakukan di ruang laundry yang tersedia di setiap asrama dan berada berdekatan dengan kamar mandi.

Baca Juga: Prestasi Junior Indonesia, Zurich, dan Starbucks Perkuat Ekosistem Wirausaha Kreatif Muda melalui Student Company

Sayangnya, fasilitas laundry tersebut masih bersifat fungsional dan belum sepenuhnya lengkap. Masing-masing asrama memang memiliki dua ruang laundry berukuran sekitar 5 x 5 meter, tetapi belum dilengkapi sarana jemuran yang memadai.

Kondisi itu membuat kapasitas ruang menjadi terbatas, terutama ketika seluruh penghuni asrama mencuci pakaian pada waktu yang hampir bersamaan. Akibatnya, pakaian yang telah dicuci harus dijemur di pagar asrama agar dapat kering.

Tak hanya itu, mesin cuci yang umumnya menjadi pelengkap fasilitas asrama juga belum tersedia. Seluruh proses pencucian masih dilakukan secara manual oleh siswa dengan pendampingan para wali asrama.

Meski sarana belum lengkap, Agus memastikan kegiatan pembinaan tetap berjalan optimal. Menurutnya, keterbatasan tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian kepada peserta didik.

Baca Juga: Sarwendah Tepis Tuduhan Pesugihan Gunung Kawi Jawa Timur, Murni Syuting "Kakak Beradik Podcast The Lost World"

Para wali asuh juga terus mendampingi siswa, termasuk mereka yang sebelumnya belum terbiasa mencuci pakaian sendiri. Pendampingan dilakukan setiap hari agar seluruh siswa mampu menjalankan kebutuhan pribadi secara mandiri selama tinggal di asrama.

Wali Asrama SR Kulon Progo, Asih Suryati, mengatakan dirinya bersama para pendamping berusaha menghadirkan suasana yang nyaman bagi para siswa. Peran wali asrama tidak hanya mengawasi, tetapi juga menjadi tempat bertanya dan berbagi bagi anak-anak yang baru pertama kali tinggal jauh dari keluarga.

Setiap hari, pendamping membantu siswa mulai dari menata tempat tidur, menjaga kebersihan kamar, mencuci pakaian, hingga membangun kebiasaan hidup disiplin. Pendekatan tersebut dinilai penting agar proses pendidikan karakter di Sekolah Rakyat dapat berjalan seiring dengan kegiatan akademik.

Seiring berjalannya operasional Sekolah Rakyat Kulon Progo, pihak sekolah berharap penyempurnaan pembangunan serta kelengkapan sarana prasarana dapat segera terealisasi. Dengan demikian, para siswa dapat menjalani proses belajar dan kehidupan berasrama dengan fasilitas yang lebih memadai tanpa mengurangi semangat mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. 

Baca Juga: Bintangnya Udah Move On, Mantannya Malah Gamon: NPD Tampar Mantan Lewat Single Terbarunya "Lupain Aku Plis"

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Sekolah Rakyat Kulon Progo SR Kulon Progo Asrama Sekolah Rakyat Pendidikan Kulon Progo Fasilitas Sekolah