Rektor UAD Lantik Dekan Periode 2026-2030, Tegaskan Visi Community Services University

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:47 WIB
 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelantikan dekan untuk periode 2026-2030 di kampus setempat, Selasa (4/8/2026).
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelantikan dekan untuk periode 2026-2030 di kampus setempat, Selasa (4/8/2026).

 YOGYAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelantikan dekan untuk periode 2026-2030 di kampus setempat, Selasa (4/8/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momen penting bagi estafet kepemimpinan akademik di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan struktural, melainkan estafet kepemimpinan akademik yang akan menentukan arah perkembangan fakultas dan universitas beberapa tahun ke depan.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Senat Fakultas yang telah melaksanakan proses penjaringan serta memberikan pertimbangan akademik secara sungguh-sungguh terhadap para calon dekan. Penghargaan juga disampaikan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah memberikan pertimbangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai bagian penting dalam proses penetapan dekan. Sinergi antara universitas dan Persyarikatan dinilainya sebagai kekuatan yang menjaga kepemimpinan UAD tetap dalam koridor nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan.

Prof. Muchlas mengingatkan bahwa pada tahun 2027 UAD akan kembali menghadapi proses akreditasi institusi. Masa kepemimpinan para dekan yang baru dilantik akan sangat menentukan keberhasilan kampus dalam mempertahankan, bahkan meningkatkan, capaian yang telah diraih. Saat ini UAD tercatat sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia dalam pendanaan penelitian multiyears sepanjang 2026.

"Kami berharap setiap fakultas menjadikan budaya mutu sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari, sehingga akreditasi bukan dipandang sebagai kegiatan sesaat, melainkan sebagai konsekuensi logis dari tata kelola akademik yang unggul dan berkelanjutan," ujar rektor dalam pidatonya.

Menghadapi era perubahan yang berlangsung jauh lebih cepat, dengan perkembangan kecerdasan artifisial, transformasi digital, dan ekonomi berbasis pengetahuan, UAD telah menetapkan arah pengembangannya secara jelas melalui pilihan strategis sebagai Community Services University. Pilihan ini merupakan jati diri UAD bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus terintegrasi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, persyarikatan, bangsa, dan kemanusiaan.

Komitmen tersebut telah dituangkan dalam Rencana Strategis UAD 2025-2045 yang disusun dalam lima milestone pengembangan. Para dekan yang baru dilantik mengemban tanggung jawab strategis untuk mengawal pencapaian milestone pertama, yaitu transformasi dan implementasi pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pendidikan, penelitian, serta dijiwai oleh nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

"Pendidikan harus melahirkan solusi, penelitian harus menjawab kebutuhan masyarakat, dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan sekaligus media dakwah Islam Berkemajuan," tegasnya.

Untuk mewujudkan visi sebagai Community Services University, rektor mengajak para dekan memfokuskan kepemimpinannya pada lima agenda strategis. Pertama, mentransformasikan caturdarma perguruan tinggi yang terintegrasi dan berdampak. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan.

Kedua, membangun budaya akademik yang unggul dan adaptif melalui pembelajaran mendalam (deep learning), pembelajaran berbasis proyek, serta pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis dan bertanggung jawab.

Ketiga, memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Percepatan pengembangan dosen berkualifikasi doktor, lektor kepala, dan guru besar harus terus menjadi prioritas.

Keempat, meningkatkan reputasi dan jejaring internasional melalui penelitian bersama, publikasi bersama, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta berbagai program akademik yang memperkuat reputasi global UAD.

Kelima, mewujudkan tata kelola fakultas yang profesional, berkelanjutan, dan berintegritas, dengan pengelolaan berbasis data serta upaya memperluas sumber pendanaan dan kemitraan produktif.

Muchlas mengingatkan bahwa jabatan dekan bukan sekadar amanah administratif, melainkan amanah intelektual, amanah moral, dan amanah peradaban. Kepemimpinan akademik tidak diukur dari lamanya seseorang menjabat, melainkan dari perubahan yang mampu diwujudkan, budaya mutu yang berhasil dibangun, inovasi yang dihasilkan, serta generasi penerus yang dipersiapkan.

"Jadilah pemimpin yang dekat dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni; pemimpin yang mampu menginspirasi, bukan sekadar mengarahkan; serta pemimpin yang berani mengambil keputusan strategis demi kemajuan fakultas dan universitas," pesannya.

Pelantikan ini menandai babak baru bagi UAD dalam mengokohkan perannya sebagai perguruan tinggi yang inovatif, profesional, dedikatif, berdaya saing global, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Persyarikatan Muhammadiyah, bangsa Indonesia, dan peradaban dunia.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Universitas Ahmad Dahlan Pelantikan Dekan Community Services University Pendidikan Tinggi muhammadiyah