Inovasi Cerdas Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Alat Deteksi Makanan Basi, DPRD Sleman Dorong Paten dan Produksi Massal

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:27 WIB
Kunjungan Komisi D DPRD Sleman ke SMPN 1 Turi Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Kunjungan Komisi D DPRD Sleman ke SMPN 1 Turi Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

 SLEMAN - Langkah cerdas dua pelajar muda asal Kabupaten Sleman memikat perhatian jajaran legislatif.

Komisi D DPRD Sleman melangsungkan kunjungan kerja ke SMPN 1 Turi di Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Rabu (5/8/2026).

Peninjauan langsung ini bertujuan untuk menyaksikan kebolehan alat Detektor Makan Bergizi Gratis (MBG) buatan Abyan Syahlefi (15) dan Pradipta Widhi Nugroho (14), siswa kelas sembilan yang sukses merancang teknologi pemantau kelayakan pangan.

Dalam simulasi uji coba di hadapan rombongan dewan, perangkat tersebut menunjukkan performa yang responsif.

Dengan menempatkan sampel makanan di dalam boks pengujian, hasil analisis langsung terhubung ke layar ponsel pintar melalui jaringan nirkabel hanya dalam tempo sekitar lima detik. Informasi instan pun tersaji: label "Aman" untuk hidangan segar, serta notifikasi peringatan "Makanan Basi Terdeteksi" untuk sajian yang telah mengalami pembusukan.

Secara teknis, perangkat pintar ini memadukan kombinasi komponen elektronik presisi.

Di antaranya sensor MQ-135, MQ-3, TCS3200, DHT11, mikroprosesor ESP32, serta kipas pendingin untuk menjaga kestabilan suhu boks.

Kombinasi instrumen ini mampu membaca parameter kelembapan, suhu udara, kadar gas, hingga indikasi residu pestisida sesuai ambang batas keamanan yang telah diprogram.

Baca Juga: Perjuangan Tiga Tahun Dik Ida Berbuah Kepastian, Santunan Cacat Tetap Jasa Raharja Akhirnya Cair

Ketua Komisi D DPRD Sleman, Arif Priyo Susanto, melayangkan apresiasi tinggi atas gagasan futuristik dua pelajar Bumi Sembada ini. Menurutnya, inovasi ini menjadi instrumen proteksi yang sangat vital bagi sekolah-sekolah dalam memastikan keamanan menu MBG sebelum disantap para murid, mengingat waktu produksi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bervariasi.

> "Ini merupakan sebuah inovasi baru dan penemuan yang luar biasa," puji Arif di sela-sela peninjauan.

Guna menindaklanjuti potensi besar tersebut, pihak legislatif siap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Bapperida Sleman. Target terdekat difokuskan pada penguatan indikator deteksi dan pendaftaran hak paten atas nama kedua siswa, sebelum dilanjutkan ke tahap produksi massal untuk seluruh SD dan SMP se-Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Proses Pemberhentian Dukuh Banyon Resmi Masuk Meja Bupati Bantul, Warga Terima Sertifikat Digadaikan

> "Anggaran produksi dari pemkab kami dorong bareng-bareng. Nanti biar anak-anak sini yang membuat alat atau prototipenya seperti apa," tegas Arif, sembari membuka peluang pemberian beasiswa apresiasi serta alokasi anggaran khusus bagi sekolah berbasis riset.

Dukungan penuh turut disuarakan Kepala SMPN 1 Turi, Hospita Henny Koerniati. Pihak sekolah menyambut hangat perhatian dewan dan berharap perlindungan hak cipta dapat segera terealisasi agar karya muridnya mampu memberikan kemanfaatan luas bagi dunia pendidikan. (del)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Inovasi Siswa Sleman SMPN 1 Turi Detektor Makanan Basi Makan Bergizi Gratis DPRD Sleman