Persaingan Ketat Perebutan Posisi Inti Paskibraka Gunungkidul, Latihan Dimulai Subuh

Editor Content • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:33 WIB
PENGARAHAN: Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul Wahyu Nugroho memberikan pengarahan kepada calon Paskibraka saat latihan di lapangan depan Kantor Pemkab Gunungkidul. (Dzika Fajar/Radar Jogja)
PENGARAHAN: Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul Wahyu Nugroho memberikan pengarahan kepada calon Paskibraka saat latihan di lapangan depan Kantor Pemkab Gunungkidul. (Dzika Fajar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Di bawah langit yang masih gelap, puluhan pemuda-pemudi terbaik Gunungkidul telah berkumpul di lapangan depan Kantor Pemkab setempat. Mereka adalah calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang tengah menjalani latihan intensif untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sejak latihan mandiri dimulai pada 22 Juli, persaingan untuk menempati posisi inti pengibaran bendera pun berlangsung sengit. Para pelatih masih mengamati dengan cermat kemampuan setiap peserta sebelum memutuskan siapa yang akan mengemban peran krusial sebagai pembawa baki, pengerek, dan pembentang bendera.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul, Wahyu Nugroho, menjelaskan bahwa para peserta memulai aktivitas sejak dini hari. Mereka bangun sekitar pukul 04.00 WIB untuk bersiap sebelum menuju lapangan yang akan menjadi lokasi upacara 17 Agustus.

"Mulai dari pagi bangun jam 4, kemudian persiapan dan menuju ke lapangan Pemda untuk melakukan latihan," ujarnya saat ditemui di lokasi latihan, Rabu (5/8).

Baca Juga: Inovasi Cerdas Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Alat Deteksi Makanan Basi, DPRD Sleman Dorong Paten dan Produksi Massal

Latihan di tempat yang sama dengan lokasi upacara bertujuan untuk membiasakan peserta dengan lingkungan dan kondisi lapangan. Dengan demikian, mereka tidak akan mengalami banyak penyesuaian saat pelaksanaan upacara nanti.

Wahyu menegaskan bahwa pembawa baki, pengerek, dan pembentang bendera tidak ditentukan sejak awal. Ketiga posisi tersebut menjadi rebutan karena peserta masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka selama proses latihan.

"Untuk pembawa baki, pengerek, pembentang bendera kami pilih melalui sesi latihan yang dipantau progres latihannya setiap hari oleh pelatih, sehingga posisi tersebut kompetitif," katanya.

Setiap posisi memiliki peran penting dalam prosesi pengibaran. Pembawa baki bertugas membawa dan menyerahkan bendera, sementara pengerek dan pembentang menjadi bagian vital dalam proses pengibaran Merah Putih. Ketepatan gerakan, kekompakan, dan kemampuan menjaga ketenangan menjadi faktor utama dalam penentuan komposisi akhir.

Baca Juga: Perjuangan Tiga Tahun Dik Ida Berbuah Kepastian, Santunan Cacat Tetap Jasa Raharja Akhirnya Cair

Pembinaan Paskibraka Gunungkidul tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis di lapangan. Setelah seharian berlatih, para peserta juga mendapatkan materi tematik pada malam hari. Pembekalan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai unsur pemerintahan dan lembaga, mulai dari Bupati, Kapolres, Kejaksaan, Ketua DPRD, Pengadilan, Komandan Kodim, hingga Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan.

Sekretaris Kesbangpol Gunungkidul, Nurudin Araniri, mengatakan bahwa materi disesuaikan dengan latar belakang masing-masing narasumber.

"Sudah ada jadwalnya, mulai dari bupati, kapolres, kejaksaan, Ketua DPRD, Pengadilan, Komandan Kodim, Komandan Penerbangan Gading, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan," ujarnya.

Wahyu berharap pengalaman menjadi Paskibraka tidak berhenti ketika upacara selesai. Nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab yang diperoleh selama pembinaan diharapkan dapat dibawa ke lingkungan masing-masing.

"Paskibra bukan hanya pengibaran bendera, harapannya ilmu yang dia dapatkan dapat bermanfaat bagi dia dan lingkungannya nantinya," tuturnya.

Baca Juga: Proses Pemberhentian Dukuh Banyon Resmi Masuk Meja Bupati Bantul, Warga Terima Sertifikat Digadaikan

Untuk mendukung kelancaran latihan, pemerintah daerah melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) membantu meratakan permukaan lapangan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menangani perapian area, sementara penyiraman lapangan dilakukan setiap hari dengan dukungan pemadam kebakaran untuk mengurangi debu yang berpotensi mengganggu latihan.

Seluruh tahapan ini menjadi bagian dari persiapan sebelum peserta memasuki pemusatan pendidikan dan pelatihan secara intensif pada 4 hingga 18 Agustus. Pada tahap tersebut, evaluasi akan semakin mengerucut hingga susunan pasukan yang bertugas pada 17 Agustus ditetapkan.

Hingga berita ini diturunkan, semangat para calon Paskibraka Gunungkidul terus membara. Di tengah dinginnya pagi dan lelahnya latihan, mereka berjuang untuk satu tujuan: mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan penuh kebanggaan di hari kemerdekaan. (cr1)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Latihan Paskibraka hut ri paskibraka gunungkidul kemerdekaan