FKG UGM Cetak Sejarah, Raih Peringkat 1 Dunia Versi WURI 2026 dan Borong Tiga Rekor MURI

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 21:14 WIB
Penghargaan MURI diserahkan pada Senin (3/8/2026) di Gedung Margono Soeradji FKG UGM, Yogyakarta.
Penghargaan MURI diserahkan pada Senin (3/8/2026) di Gedung Margono Soeradji FKG UGM, Yogyakarta.

 SLEMAN – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Fakultas ini berhasil meraih peringkat pertama dunia pada dua kategori dalam ajang World University Rankings for Innovation (WURI) 2026, sekaligus memperoleh tiga penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas capaian bersejarah tersebut.

Penghargaan MURI diserahkan pada Senin (3/8/2026) di Gedung Margono Soeradji FKG UGM, Yogyakarta. Acara berlangsung di hadapan jajaran pimpinan fakultas, ketua departemen, ketua program studi, pengurus POTMAGI, KAGAMA, hingga ratusan orang tua mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Pengakuan dari MURI menjadi penegasan bahwa inovasi yang dikembangkan FKG UGM tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga memiliki daya saing global. Dalam kesempatan tersebut, Senior Representative MURI Ari Andriani menyerahkan piagam penghargaan kepada Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D.

Tiga rekor yang diraih FKG UGM meliputi fakultas kedokteran gigi pertama yang menduduki peringkat pertama dunia pada kategori Innovative Representative Research Project, fakultas kedokteran gigi pertama yang menjadi nomor satu dunia pada kategori Financial Impact Driven Technology Transfer, serta fakultas kedokteran gigi pertama yang mampu bertahan di jajaran 100 besar dunia selama tiga tahun berturut-turut dalam pemeringkatan WURI pada 2024, 2025, dan 2026.

Baca Juga: Persaingan Ketat Perebutan Posisi Inti Paskibraka Gunungkidul, Latihan Dimulai Subuh

Dalam sambutannya, Prof. Suryono mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi tersebut. Menurutnya, penghargaan itu merupakan buah dari kolaborasi seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, peneliti, hingga mahasiswa yang selama ini konsisten membangun budaya inovasi.

"Alhamdulillah, sore hari ini kita mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia terkait dengan pencapaian yang kami lakukan di tingkat global," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa WURI berbeda dengan pemeringkatan perguruan tinggi pada umumnya. Penilaian lebih menitikberatkan pada inovasi, dampak nyata hasil penelitian, serta kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui teknologi dan hilirisasi riset.

Menurut Prof. Suryono, FKG UGM menjadi salah satu fakultas yang mampu bersaing langsung dengan universitas-universitas ternama dunia. Bahkan pada kategori tertentu, capaian FKG UGM berada di atas sejumlah institusi bergengsi seperti Harvard University dan Oxford University.

Baca Juga: Inovasi Cerdas Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Alat Deteksi Makanan Basi, DPRD Sleman Dorong Paten dan Produksi Massal

"Kompetisi ini tingkatnya universitas, dan kami mungkin satu-satunya fakultas di antara universitas yang berkompetisi di tingkat global. Kami bangga, dalam kategori inovasi ini, FKG UGM bisa berada di atas Harvard maupun Oxford," katanya.

Keberhasilan tersebut didukung oleh dua inovasi unggulan yang telah berhasil dihilirisasi menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi pertama berupa pengembangan serat berbahan dasar sutra alam untuk aplikasi kedokteran gigi yang dipimpin Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes. Inovasi kedua adalah produk berbasis propolis lebah klanceng yang dikembangkan Prof. Suryono untuk membantu pencegahan gigi berlubang dan penyakit gusi.

Sebelumnya, pada WURI 2025, FKG UGM juga berhasil menempati posisi kedelapan dunia dalam kategori Industrial Application melalui inovasi produk Gamacha. Prestasi tersebut menjadi fondasi bagi pencapaian yang lebih tinggi pada tahun ini.

Senior Representative MURI Ari Andriani menilai keberhasilan FKG UGM bukan sekadar capaian sesaat. Menurutnya, fakultas tersebut menunjukkan konsistensi dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Perjuangan Tiga Tahun Dik Ida Berbuah Kepastian, Santunan Cacat Tetap Jasa Raharja Akhirnya Cair

Ia menyebut FKG UGM berhasil mempertahankan posisinya di jajaran 100 besar dunia dalam 14 kategori berbeda selama tiga tahun terakhir. Tahun 2026 menjadi puncak pencapaian dengan keberhasilan meraih posisi nomor satu dunia pada dua kategori.

"Ini merupakan tonggak sejarah tidak hanya bagi UGM, tetapi juga bagi dunia pendidikan, terutama dunia pendidikan kedokteran gigi di Indonesia," ujar Ari.

Di hadapan para orang tua mahasiswa baru, Prof. Suryono berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia mengajak mahasiswa baru menjadikan FKG UGM sebagai bagian dari semangat Kampus Berdampak, yakni kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa.

Suasana penyerahan penghargaan berlangsung hangat. Menariknya, Prof. Suryono menutup sambutannya dengan atraksi sulap sederhana yang mengundang tepuk tangan para tamu undangan. Setelah prosesi penghargaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan kurikulum oleh para ketua program studi kepada orang tua mahasiswa baru sebagai bagian dari rangkaian penyambutan Tahun Akademik 2026/2027.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
FKG UGM WURI 2026 Inovasi Kedokteran Gigi muri universitas gadjah mada