Bukan Sekadar Baca Puisi, 15 Pelajar Gunungkidul Adu Mental dan Penghayatan di Karangmojo

Editor Content • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:59 WIB
Lomba baca puisi tingkat Kabupaten Gunungkidul di SMP Negeri 1 Karangmojo, Selasa (11/8/2026). (Dzika Fajar/Radar Jogja)
Lomba baca puisi tingkat Kabupaten Gunungkidul di SMP Negeri 1 Karangmojo, Selasa (11/8/2026). (Dzika Fajar/Radar Jogja)

 GUNUNGKIDUL – Suasana berbeda terasa di SMP Negeri 1 Karangmojo, Gunungkidul, Selasa (11/8/2026). Bukan sekadar lomba membaca puisi, 15 pelajar SMP dan MTs dari berbagai wilayah di Bumi Handayani tampil membawa suara, mimpi, dan keberanian mereka di hadapan dewan juri.

Satu per satu peserta berdiri. Mereka membacakan bait demi bait dengan ekspresi dan penghayatan masing-masing. Ada yang tampil penuh ketegasan, ada pula yang menyampaikan puisi dengan suara lirih namun sarat makna.

Kelima belas peserta tersebut merupakan perwakilan terbaik dari 15 Kelompok Kerja (Pokja) di Kabupaten Gunungkidul. Mereka sebelumnya telah melewati seleksi di tingkat Pokja yang dilaksanakan serentak pada 7 Agustus 2026.

Artinya, panggung di SMP Negeri 1 Karangmojo menjadi babak puncak setelah para pelajar tersebut lebih dulu bersaing di wilayah masing-masing. Setiap Pokja hanya mengirimkan satu wakil untuk bertarung di tingkat kabupaten.

Baca Juga: Mimpi Punya Rumah Sendiri: Akankah Generasi Milenial dan Gen Z Menjadi Generasi Kontrak?

Ketua Panitia Lomba, Nur Sutanto, mengatakan kompetisi tersebut melibatkan siswa SMP dan MTs, baik negeri maupun swasta. Rangkaian kegiatan mencakup sekolah yang berada dalam pembinaan 104 SMP dan 120 MTs di Gunungkidul.

“Setiap Pokja mengirimkan satu peserta untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten,” kata Nur di sela kegiatan.

Para peserta tidak bebas memilih seluruh materi. Panitia telah menentukan puisi yang harus dibawakan. Salah satunya adalah “Aku Melihat Indonesia” karya Soekarno.

Sementara untuk puisi kedua, peserta diberi pilihan antara “Karawang-Bekasi” karya Chairil Anwar dan “Guru” karya W.S. Rendra.

Baca Juga: Stonehenge Merapi, Mahakarya Vulkanik Bergaya Megalitikum Eropa

Pilihan karya tersebut membuat lomba tidak berhenti pada kemampuan menghafal. Para peserta dituntut mampu memahami isi puisi sekaligus menghidupkan setiap kata yang mereka ucapkan.

Intonasi, artikulasi, ekspresi, penghayatan, hingga kemampuan menyampaikan pesan menjadi aspek yang diperhitungkan. Di sinilah keberanian siswa diuji. Mereka tidak hanya membaca puisi, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan di hadapan orang lain.

Untuk memastikan proses penjurian berlangsung objektif, panitia menghadirkan guru SMA dan SMK di Gunungkidul sebagai dewan juri. Mereka tidak berasal dari jenjang SMP yang menjadi peserta kompetisi.

Ketua MKKS SMP Kabupaten Gunungkidul, Heriyanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.

Baca Juga: Cherrypop Rayakan Lima Tahun di Prambanan, Hadirkan Puluhan Musisi dalam “Repelita Musik”

Menurut dia, sastra dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar memahami pesan, mengolah gagasan, sekaligus menyampaikannya secara percaya diri.

“Lomba ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan membaca, memahami, dan menyampaikan gagasan melalui karya sastra,” ujar Heriyanto.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih turut membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberanian siswa untuk tampil dan menyampaikan pemikiran.

Menurut Endah, kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Baca Juga: Bantul Konser 2026 Bikin UMKM Ketiban Rezeki, Omzet Pedagang Naik hingga Jutaan Rupiah

Ia pun mengajak para peserta agar tidak takut memiliki cita-cita besar.

“Melalui lomba ini, kita belajar bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan dan cita-cita. Saya ingin anak-anakku semua berani bermimpi setinggi langit dan memiliki mental baja yang tidak mudah menyerah,” tuturnya.

Lomba baca puisi tingkat Kabupaten Gunungkidul ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan MKKS SMP Kabupaten Gunungkidul untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada akhir perlombaan, tiga peserta terbaik ditetapkan sebagai juara. Mereka mendapatkan piala dan piagam penghargaan.

Baca Juga: Gelombang Tinggi 5 Meter Hantam Pantai Trisik Kulon Progo, Enam Bangunan Rusak dan Warga Mulai Mengungsi

Namun, lebih dari sekadar perebutan juara, panggung tersebut menjadi ruang bagi para pelajar Gunungkidul untuk belajar satu hal penting: keberanian menyuarakan gagasan. Sebab, dari bait-bait puisi yang mereka lantangkan, tumbuh harapan agar generasi muda tidak hanya pandai membaca kata, tetapi juga mampu memahami dan memperjuangkan maknanya. (cr1) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
HUT ke-81 RI Lomba Baca Puisi Pelajar SMP Literasi Gunungkidul gunungkidul