YOGYAKARTA – Suasana berbeda terasa di Pasar Beringharjo Barat pada 11–13 Agustus 2026. Di sela aktivitas perdagangan, para pedagang larut dalam tawa, sorak-sorai, dan berbagai perlombaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Kemeriahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar paguyuban pedagang bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 113. Selama tiga hari, berbagai kegiatan digelar, mulai dari senam pagi, lomba kreatif, yel-yel antarlos, lomba menghias tumpeng, hingga sedekah pedagang.
Rangkaian kegiatan dibuka pada Selasa (11/8/2026) dengan senam pagi bersama di lingkungan Pasar Beringharjo Barat. Para pedagang mengikuti kegiatan dengan antusias, terlebih panitia turut menyediakan doorprize yang dibagikan di sela-sela kegiatan.
Usai senam, suasana semakin meriah dengan empat perlombaan, yakni memancing kerupuk, memasukkan sedotan ke dalam botol, lompat tali, dan menyanyi.
Para pedagang tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga saling memberikan dukungan dari sekitar arena lomba.
Masing-masing perlombaan menghasilkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Meski berlangsung dalam suasana santai, persaingan tetap terasa. Namun, semangat kebersamaan menjadi warna utama dalam kegiatan hari pertama.
Memasuki hari kedua, Rabu (12/8/2026), kemeriahan berlanjut melalui lomba yel-yel antarlos. Sebanyak 40 los pedagang ikut ambil bagian, terdiri atas 20 los di wilayah utara dan 20 los di wilayah selatan.
Antusiasme peserta dari wilayah utara tercatat lebih tinggi dibandingkan wilayah selatan. Hasilnya, juara pertama, kedua, dan ketiga seluruhnya diraih oleh peserta dari wilayah utara.
Yang menarik, para pedagang tidak sekadar tampil dengan yel-yel. Sejumlah peserta mengenakan pakaian adat, sementara sebagian lainnya membuat kostum sendiri menggunakan kertas dan plastik berwarna merah putih. Gerakan yang kompak serta kreativitas masing-masing kelompok membuat suasana pasar semakin semarak.
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung pada Kamis (13/8/2026) melalui lomba menghias tumpeng yang diikuti 40 los pedagang. Penilaian dilakukan oleh juri profesional yang didatangkan dari pihak hotel. Dari perlombaan tersebut, dipilih tiga los sebagai juara pertama, kedua, dan ketiga.
Kegiatan itu turut dihadiri Bapak Jalaludin, S.Sos., M.Si. selaku Sekretaris dinas, Bapak Gunawan Nugroho Utomo, S.E., Akt., M.M. selaku Kepala Bidang pasar Rakyat, Bapak Nurkhasanah Sulaiman,S.H. selaku Kepala UPT wilayah 2 dinas perdagangan, serta sejumlah tamu undangan dari dinas terkait.
Setelah lomba tumpeng, rangkaian acara dilanjutkan dengan sedekah pedagang. Berbagai jajanan pasar yang disumbangkan oleh sejumlah toko dan los ditata di atas meja untuk kemudian dinikmati bersama oleh pedagang dan warga yang hadir.
Antusiasme begitu tinggi. Suasana bahkan sempat diwarnai aksi berebut jajanan hingga makanan yang tersedia habis hanya dalam hitungan menit.
Di balik tradisi tersebut, tersimpan makna yang lebih dalam. Sedekah pedagang disertai doa untuk mengenang jasa para pahlawan, memohon kelancaran usaha dan kemakmuran bagi para pedagang, sekaligus harapan agar Pasar Beringharjo Barat semakin laris ke depannya.
Tradisi tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan melestarikan budaya yang ada di lingkungan Pasar Beringharjo Barat.
Kemeriahan perayaan bahkan menarik perhatian wisatawan yang tengah berkunjung ke kawasan pasar. Wisatawan dari dalam maupun luar negeri turut mengabadikan momen dan beberapa di antaranya meminta berfoto bersama di tengah suasana perayaan.
Bagi mahasiswa KKN Mercu Buana Kelompok 113, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat pasar. Sementara bagi para pedagang, rangkaian perayaan menjadi ruang untuk berkumpul, berbagi, dan mempererat silaturahmi.
Lebih dari sekadar merayakan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan selama tiga hari itu memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan dapat tumbuh di tengah kesibukan Pasar Beringharjo Barat.
Kolaborasi antara paguyuban pedagang, pengurus pasar, dan mahasiswa KKN pun diharapkan dapat semakin mempererat hubungan yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN di Pasar Beringharjo Barat.
Editor : Bahana.