BANTUL - Komitmen memperluas jejaring pendidikan tinggi internasional terus dibuktikan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Lewat pertemuan strategis bersama Australian Catholic University (ACU), UMY bersiap meluncurkan sejumlah program akademis konkret. Agenda yang berlangsung di Kampus Terpadu UMY ini memfokuskan pembahasan pada pengembangan program gelar ganda, riset bersama, hingga penguatan ekosistem kewirausahaan anak muda.
Langkah ini menjadi bentuk tindak lanjut nyata dari komunikasi awal yang sempat terjalin di Vatikan pertengahan tahun ini. Kini, kedua institusi sepakat untuk melangkah lebih jauh. Kerja sama tidak lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan bermuara pada program yang langsung menyentuh kebutuhan mahasiswa dan pengajaran dosen.
Delegasi dari Australia hadir dipimpin langsung oleh Prof. Zlatko Skrbis selaku pimpinan tertinggi ACU, didampingi jajaran pimpinan bidang riset dan sekolah pascasarjana. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., bersama jajaran wakil rektor serta tim akademis kampus setempat.
Rektor UMY menegaskan bahwa kemitraan antarnegara harus menghadirkan dampak positif yang terukur. Menurutnya, manfaat utama dari kolaborasi ini harus bisa dirasakan langsung oleh seluruh civitas akademika, baik dalam peningkatan kualitas pembelajaran maupun pengembangan kapasitas diri.
Fokus utama yang kini tengah dirancang adalah hadirnya program joint degree dan double degree, khususnya untuk jenjang magister. Sektor kesehatan masyarakat dan ilmu bisnis menjadi dua bidang unggulan yang diproyeksikan membuka peluang studi lintas negara tersebut.
Lewat skema gelar bersama ini, mahasiswa nantinya dapat menimba ilmu di dua kampus sekaligus. Langkah strategis ini diyakini mampu mendongkrak daya saing para lulusan saat memasuki dunia kerja berskala internasional.
Tidak hanya urusan bangku kuliah, pengembangan jiwa kewirausahaan anak muda juga menjadi sorotan. UMY berencana menggandeng ACU Co-Lab, sebuah pusat inovasi milik ACU yang aktif mendampingi pengembangan startup serta membangun jejaring bisnis.
Kolaborasi ini kian menarik dengan memanfaatkan skema bantuan New Colombo Plan dari Pemerintah Australia. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Australia untuk belajar, magang, dan terlibat langsung dalam proyek inovasi bisnis di Indonesia bersama tim UMY.
Pada ranah penelitian, kedua pihak sepakat membentuk tim riset lintas disiplin. Kolaborasi ini diarahkan untuk melahirkan publikasi ilmiah bereputasi internasional serta menjaring pendanaan riset bersama di tingkat global.
ACU yang memiliki keunggulan pada fakultas kesehatan, pendidikan, humaniora, hingga hukum dan bisnis, dinilai menjadi mitra yang sangat sepadan. Kerja sama ini juga membuka jalan bagi penguatan program doktor berbasis kemitraan industri.
Sebagai langkah konkret terdekat, UMY dan ACU sepakat menggelar lokakarya bersama. Forum ini bakal mempertemukan para peneliti dari kedua kampus untuk memetakan fokus riset yang paling relevan dengan tantangan zaman.
Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang makin adaptif. Lebih dari itu, kolaborasi ini menegaskan posisi UMY sebagai perguruan tinggi yang terus aktif berkontribusi di panggung pendidikan dunia.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Malioboro