KKN UIN Sunan Kalijaga Berakhir, Danang Maharsa Minta Mahasiswa Tak Berhenti Mengabdi

Safinatun Najah • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:22 WIB
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pada acara Penarikan & KKN Awards 2026 UIN Sunan Kalijaga (Dok. slemankab)
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pada acara Penarikan & KKN Awards 2026 UIN Sunan Kalijaga (Dok. slemankab)

SLEMAN – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mendorong mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk tidak berhenti memberikan kontribusi kepada masyarakat meski masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah berakhir. Menurutnya, pengalaman selama berada di tengah masyarakat dapat menjadi bekal mahasiswa untuk terus berperan dalam pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Danang saat menghadiri acara Penarikan & KKN Awards 2026 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Selasa (8/9/2026).

Danang mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang selama pelaksanaan KKN turut berinteraksi dengan masyarakat dan membantu mengembangkan potensi daerah. Ia menilai keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung dari berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Baca Juga: Misteri Hilangnya PR: Perempuan Disabilitas Kaliangkrik Ditemukan di Bandung, Ternyata Cari Kerja

“Tantangan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan akademisi adalah kunci utama keberhasilan pembangunan, dimana UIN Sunan Kalijaga melalui program KKN telah menjadi mitra strategis yang luar biasa bagi kami,” ujar Danang.

KKN Jadi Ruang Belajar Langsung

Menurut Danang, KKN memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa karena mereka dapat terjun secara langsung ke masyarakat. Interaksi tersebut memungkinkan mahasiswa memahami kebutuhan warga sekaligus mengenali potensi yang dapat dikembangkan di masing-masing wilayah.

Karena itu, Danang berharap pengalaman tersebut tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan lokasi KKN. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di masyarakat diharapkan dapat menjadi bekal untuk terus berkontribusi setelah kembali ke lingkungan kampus maupun ketika terjun ke dunia kerja.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tetap membawa semangat pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman mendengar persoalan warga dan bekerja bersama masyarakat, menurutnya, dapat membentuk mahasiswa menjadi generasi yang lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Pemerintah Tak Bisa Bekerja Sendiri

Danang menekankan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai kelompok lainnya perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi penting karena tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia, tetapi juga pengetahuan dan gagasan yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan pentahelix yang ditekankan Danang. Ia menilai kerja sama dengan kalangan akademisi dapat membantu pemerintah dalam melihat persoalan dari berbagai sudut pandang sekaligus menghadirkan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat.

UIN Sunan Kalijaga sendiri sejak awal merancang KKN 2026 dengan orientasi pada dampak, kolaborasi, dan keberlanjutan. Kampus mendorong mahasiswa hadir bukan sebagai pihak yang merasa paling mengetahui persoalan masyarakat, melainkan sebagai “sahabat belajar” yang mendengarkan kebutuhan warga dan bekerja bersama mereka.

Baca Juga: Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Antar Bantuan

KKN Awards Jadi Bentuk Apresiasi

Penutupan KKN tahun ini juga dirangkaikan dengan KKN Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai karya, kreativitas, dan inovasi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di masyarakat.

KKN Awards 2026 memberikan penghargaan dalam sejumlah bidang, antara lain pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi; kerukunan dan cinta kemanusiaan; pemberdayaan ekonomi umat; serta ekoteologi. Selain itu, terdapat penghargaan untuk kategori Reels Terfavorit dan Reels Terbaik. 

Dari KKN Menuju Pengabdian Berkelanjutan

Pelaksanaan KKN Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga sebelumnya memang diarahkan agar mahasiswa tidak sekadar menjalankan program kerja dalam waktu singkat. Kampus mendorong adanya perubahan yang dapat terus berkembang setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.

UIN Sunan Kalijaga menyebut model KKN 2026 diarahkan agar program yang dijalankan memiliki dampak nyata, berkolaborasi dengan masyarakat, dan dapat berkelanjutan. Pendekatan tersebut juga dikaitkan dengan empat Asta Protas Kementerian Agama, yakni pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi; ekoteologi; pemberdayaan ekonomi umat; serta kerukunan dan cinta kemanusiaan.

Dengan demikian, berakhirnya KKN tidak semestinya menjadi akhir dari hubungan mahasiswa dengan masyarakat. Justru pengalaman selama pengabdian dapat menjadi awal bagi mahasiswa untuk membawa persoalan dan potensi daerah ke dalam ruang akademik.

Danang pun berpesan agar mahasiswa tidak berhenti mengabdi setelah kembali ke kampus. Interaksi dengan warga, pengalaman memahami persoalan di lapangan, serta proses mencari solusi bersama masyarakat merupakan pembelajaran yang dapat terus dibawa dalam perjalanan mahasiswa ke depan.

Baca Juga: Malam Mencekam di Kebumen: Api Lahap 2 Hektare Hutan Jati, Rumah Warga Sempat Terancam

“Jangan berhenti mengabdi meski masa penugasan lapangan telah usai,” pesan Danang. 

Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus pengingat bahwa keberhasilan KKN bukan hanya tentang selesainya masa pengabdian. Lebih jauh, keberhasilannya dapat dilihat dari seberapa jauh pengalaman dan gagasan yang lahir selama KKN mampu terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Editor : Bahana.
Pendidikan Jogja KKN 2026 uin sunan kalijaga Danang Maharsa sleman