Tak Sekadar Bawa Bantuan, Mahasiswa Hadir Pulihkan Trauma Korban Gempa NTT

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 02:11 WIB
ilustrasi Mahasiswa Undiknas memberikan kegiatan trauma healing kepada warga terdampak gempa di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, NTT.
ilustrasi Mahasiswa Undiknas memberikan kegiatan trauma healing kepada warga terdampak gempa di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, NTT. 

RADAR MALIOBORO – Pemulihan warga setelah bencana tidak selalu terlihat dari bangunan yang kembali berdiri. Di balik kondisi fisik yang perlahan dibenahi, masih ada rasa takut yang harus dihadapi para penyintas, terutama mereka yang belum merasa aman untuk kembali ke rumah.

Situasi tersebut masih dirasakan warga Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak bagi masyarakat. Sebagian warga bahkan masih bertahan di tenda karena khawatir dengan kondisi rumah dan kemungkinan gempa susulan.

Di tengah kondisi itu, puluhan mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) datang melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 20 hingga 22 September 2026.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menyerahkan bantuan kebutuhan dasar. Mereka juga mengajak warga mengikuti kegiatan yang dapat menjadi ruang untuk berinteraksi dan mengurangi ketegangan setelah mengalami bencana.

Baca Juga: Air Bersih Mengalir Setelah Bor 80 Meter, Warga Langedhawe Nagekeo NTT Ucap Syukur

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian. Ratusan siswa sekolah dasar mengikuti berbagai aktivitas bersama mahasiswa. Kegiatan dikemas melalui permainan, olahraga bersama, edukasi kesehatan, hingga pengenalan mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi bencana.

Aktivitas tersebut membuat suasana di tengah masyarakat menjadi lebih hidup. Anak-anak yang sebelumnya berada dalam situasi pascabencana mendapat kesempatan untuk bermain dan berinteraksi kembali dengan lingkungan sekitar.

Pendampingan semacam ini menjadi bagian dari proses pemulihan karena dampak bencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan tempat tinggal. Rasa khawatir, perubahan rutinitas, dan kondisi lingkungan pengungsian juga dapat memengaruhi kehidupan warga setelah gempa.

Selain anak-anak, kegiatan mahasiswa turut menyasar puluhan warga lanjut usia. Kelompok tersebut juga mendapatkan perhatian melalui rangkaian kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Undiknas juga membawa bantuan berupa ratusan paket sembako dan obat-obatan. Bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada warga dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan rumah, mulai dari kondisi rusak ringan hingga rusak berat.

Meski bantuan telah diberikan, kebutuhan warga di lokasi pengungsian masih belum sepenuhnya selesai. Sebagian masyarakat yang masih tinggal di tenda membutuhkan sejumlah keperluan dasar, seperti beras, terpal dan karpet.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan logistik tetap diperlukan, tetapi pendampingan sosial juga menjadi bagian penting agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.

Bagi mahasiswa Undiknas, kegiatan ini juga menjadi pengalaman pengabdian langsung di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Program KKN Tematik Kebencanaan tersebut menjadi kegiatan KKN tematik pertama Undiknas yang dilaksanakan di luar daerah.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan aktivitas akademik, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat. Interaksi langsung dengan warga menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian.

Baca Juga: Akses Ditutup Portal Proyek, Pedagang Pantai Mengadu ke DPRD Gunungkidul

Gempa Flores telah mengubah keseharian masyarakat Golo Sepang. Namun, proses untuk bangkit terus berjalan. Dari bantuan kebutuhan dasar hingga kegiatan bersama anak-anak dan warga lanjut usia, berbagai dukungan menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kehidupan yang lebih normal.

Di tengah tenda pengungsian dan rumah-rumah yang masih dalam proses pemulihan, kehadiran mahasiswa membawa satu hal lain yang tidak kalah penting: ruang bagi warga untuk kembali beraktivitas, berinteraksi dan perlahan membangun rasa aman setelah bencana.

(Maria Margaretha Nirong Gedo) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
mahasiswa ntt penyintas kkn gempa