Cuti Kuliah Dianggap Tabu di Indonesia, di Korea Selatan Justru Jadi Hal Lumrah

Perawati • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 15:19 WIB
Perbedaan pemaknaan tradisi cuti akademik antara mahasiswa di Indonesia dan Korea Selatan. (foto: berbagai sumber)
Perbedaan pemaknaan tradisi cuti akademik antara mahasiswa di Indonesia dan Korea Selatan. (foto: berbagai sumber)

Keputusan mahasiswa untuk mengambil cuti akademik ternyata memiliki makna yang berbeda di Indonesia dan Korea Selatan. Jika di Indonesia langkah tersebut masih kerap dipandang sebagai sesuatu yang tidak biasa, di Korea Selatan cuti kuliah justru menjadi bagian yang cukup umum dalam perjalanan pendidikan mahasiswa.

Di Indonesia, mahasiswa yang memilih berhenti sementara dari aktivitas perkuliahan tidak jarang mendapat pertanyaan dari lingkungan sekitar. Keputusan tersebut bahkan terkadang dikaitkan dengan persoalan pribadi, kondisi finansial, hingga masalah akademik.

Pandangan tersebut tidak lepas dari ekspektasi sosial yang mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan dalam waktu seefisien mungkin. Kelulusan tepat waktu sering dianggap sebagai salah satu indikator keberhasilan, terlebih banyak lulusan diharapkan segera memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Karena itu, mengambil jeda satu atau dua semester untuk mencari pengalaman, mencoba aktivitas baru, atau mengeksplorasi minat lain masih dapat dianggap sebagai keputusan yang berisiko membuang waktu.

Baca Juga: Mahastupa Borobudur Dipugar, Yasti hingga Rekahan Batu Jadi Perhatian

Situasinya berbeda di Korea Selatan. Cuti akademik atau yang dikenal dengan istilah hyuhak merupakan hal yang relatif lazim dilakukan mahasiswa. Bahkan, mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan tanpa pernah mengambil masa cuti bukanlah gambaran yang selalu umum.

Masa cuti dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Sebagian mahasiswa menggunakannya untuk mengikuti program magang, mengumpulkan pengalaman kerja, membangun portofolio, mempersiapkan karier, hingga menjalani wajib militer bagi mahasiswa laki-laki.

Dengan demikian, cuti tidak selalu dipandang sebagai hambatan dalam pendidikan. Jeda tersebut justru dapat menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi persaingan dunia kerja yang cukup ketat.

Perbedaan tersebut juga dipengaruhi oleh sistem pendidikan dan kondisi administratif di masing-masing negara. Salah satunya berkaitan dengan biaya pendidikan ketika mahasiswa mengambil cuti.

Di Korea Selatan, sejumlah perguruan tinggi memberikan kebijakan pembebasan biaya kuliah selama mahasiswa menjalani masa cuti secara resmi. Sementara itu, kebijakan di Indonesia berbeda-beda antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya. Pada sejumlah kampus, mahasiswa yang mengambil cuti tetap dikenakan biaya tertentu atau persentase dari UKT.

Faktor dunia kerja juga turut memengaruhi cara mahasiswa memandang keputusan untuk menunda kelulusan. Di Indonesia, kekhawatiran terhadap batas usia dalam sejumlah lowongan pekerjaan membuat sebagian mahasiswa merasa perlu menyelesaikan kuliah secepat mungkin.

Hal tersebut turut disoroti oleh salah satu pengguna media sosial dalam kolom komentar.

“Pertama, karena kuliah di Indo tuh kebanyakan kalau udah semester atas takut di-DO. Kedua, batas usia daftar kerja di Indo rata-rata maksimal umur 25,” tulis akun @havingfun._2.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa keputusan mengambil cuti kuliah tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial, sistem pendidikan, hingga karakteristik pasar kerja di masing-masing negara.

Baca Juga: Makna Lagu “Astaga Bercanda”, Tentang Rela Jadi yang Kedua demi Orang yang Dicintai

Jika di Indonesia jeda perkuliahan masih dapat memunculkan stigma tertentu, di Korea Selatan masa tersebut lebih sering ditempatkan sebagai bagian dari strategi mahasiswa untuk menambah pengalaman dan mempersiapkan masa depan.

Pada akhirnya, cara masyarakat memandang cuti kuliah sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat mahasiswa menjalani pendidikan. Bagi sebagian orang, berhenti sementara bukan berarti menyerah terhadap pendidikan, melainkan memberi ruang untuk mempersiapkan langkah berikutnya dengan lebih matang.

Editor : Bahana.
cuti kuliah hyuhak Korea Selatan mahasiswa Indonesia pendidikan Korea Selatan budaya kuliah