Botol Plastik Jadi Beasiswa, Unisa Yogyakarta Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa

Safinatun Najah • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:52 WIB
Universitas
Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta (Dok. muhammadiyah.or.id)

YOGYAKARTA – Botol plastik bekas yang biasanya berakhir menjadi sampah kini bisa memiliki manfaat lebih panjang. Universitas ’Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menginisiasi program pengumpulan botol plastik untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa yang membutuhkan.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Unisa Fest 2026 yang berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 di kawasan Gedung Unisa Yogyakarta. Masyarakat yang menghadiri kegiatan dapat ikut berpartisipasi dengan membawa dan mendonasikan botol plastik bekas.

Kepala Biro Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta, Sinta Maharani, mengatakan botol plastik yang terkumpul selama kegiatan akan dikelola oleh Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah (Madaris) Unisa Yogyakarta.

“Madaris Unisa Yogyakarta akan mengelola hasil botol plastik selama acara untuk beasiswa,” kata Sinta di Sleman, Selasa (6/10/2026).

Baca Juga: Kenapa “Separuh Aku” Noah Tak Pernah Benar-Benar Hilang dari Ingatan?

Menurut Sinta, program donasi botol plastik tersebut baru pertama kali diterapkan dalam rangkaian Unisa Fest tahun ini. Namun, kampus sebelumnya telah memiliki sistem pengelolaan sampah, termasuk pemilahan sampah organik dan nonorganik.

Gagasan tersebut muncul dari kepedulian panitia terhadap banyaknya sampah botol plastik yang dihasilkan setelah kegiatan berlangsung. Sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah kemudian dilihat masih memiliki nilai ekonomi sekaligus potensi untuk memberikan manfaat sosial.

“Itu nanti akan dikelola ulang dan hasil dari pengolahan sampah botol plastik itu untuk beasiswa mahasiswa kami yang kurang mampu,” ujarnya.

Program tersebut menjadi bagian dari gerakan filantropi yang dikembangkan di lingkungan Unisa Yogyakarta. Salah satunya adalah Gerakan Serdadu, atau Seribu dan Dua Ribu, yang mengajak warga kampus untuk menyisihkan sebagian rezekinya melalui sedekah.

Dana yang dihimpun dari berbagai program tersebut kemudian digunakan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

Pada 2025, Unisa Yogyakarta tercatat mengalokasikan sekitar Rp61 juta dari program sedekah untuk membantu sekitar 22 mahasiswa kurang mampu.

Sinta mengatakan penentuan mahasiswa penerima bantuan dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh LazisMu Unisa.

Dengan program pengumpulan botol plastik, Unisa berharap aktivitas yang menghasilkan sampah dapat sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Selain pengumpulan botol plastik, Unisa Fest 2026 juga menghadirkan kegiatan Charity Fun Walk.

Baca Juga: Pemburu iPhone Rapat! Pemesanan iPhone 18 Pro Series Resmi Dibuka Hari Ini

Seluruh hasil penjualan tiket kegiatan tersebut akan didonasikan kepada UMKM disabilitas Muhammadiyah. Dengan demikian, rangkaian festival tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Unisa Yogyakarta berupaya menggabungkan isu lingkungan, pendidikan, dan aksi sosial dalam satu rangkaian kegiatan.

Botol plastik yang sebelumnya hanya dipandang sebagai sampah pun mendapat kesempatan untuk memberikan manfaat baru, yakni membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan.

 

Editor : Bahana.
pendidikan Yogyakarta Unisa Fest 2026 Botol Plastik Unisa Yogyakarta beasiswa