Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bawaslu Magelang Adopsi Relief Candi Borobudur

Naila Nihayah • Selasa, 28 November 2023 | 04:29 WIB
APEL: Para pengawas pemilu dari tingkat kecamatan hingga desa menggelar apel siaga dan deklarasi damai pemilu 2024 di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur, Senin (27/11).
APEL: Para pengawas pemilu dari tingkat kecamatan hingga desa menggelar apel siaga dan deklarasi damai pemilu 2024 di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur, Senin (27/11).

 

MUNGKID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang  ingin meneladani nilai-nilai luhur yang terkandung dalam relief Candi Borobudur. Dengan menyerukan Satyam Vada Dharmam Chara. Artinya bicaralah kebenaran, praktikan kebajikan di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur. Sebab, bawaslu

Seruan itu disampaikan saat apel siaga dan deklarasi damai pemilu 2024, Senin (27/11). Yang diikuti oleh 625 pengawas pemilu dari tingkat kecamatan hingga desa. Secara seremonial, apel ditandai dengan pemukulan kentungan, penandatanganan deklarasi damai, pentas wayang serangga dengan dalang Ki Sih Agung Prasetyo dari Grabag, dan penampilan tari Soreng.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang M Habib Shaleh menuturkan, sesuai tema yang diserukan, bawaslu ingin mengadopsi dari nilai-nilai yang terkandung dalam Candi Borobudur. Yakni bicaralah kebenaran, praktikan kebajikan. "Artinya, pengawas pemilu dalam berbicara harus selalu tentang kebenaran dan mempraktikkan kebajikan," bebernya.

Dia mengajak seluruh pengawas pemilu untuk berbicara tentang kebenaran dan mempraktikkan kebajikan selama tahapan pemilu berlangsung. Dua poin itulah, kata dia, yang akan dianut dan diemban. Serta menjadi mantra pengawas pemilu dalam menyukseskan pengawasan pemilu 2024. Yang selaras dengan kode etik penyelenggaraan pemilu.

Selain mengadopsi nilai-nilai relief Candi Borobudur, bawaslu juga memukul kentungan. Yang sarat akan tradisi maayarakat Jawa sebagai bentuk kesiapsiagaan. Seperti bencana kebakaran, gunung meletus, dan bentuk kedarutatan lainnya."Kentungan adalah bagian dari nilai-nilai budaya kita. Karena itu kami ambil dan kami gunakan sebagai tanda bahwa jajaran pengawasan pemilu se-Kabupaten Magelang siap mengawasi tahapan kampanye, pemungutan suara, sampai nanti rekapitulasi," jelasnya.

Kemudian, pementasan wayang serangga dipilih sebagai bagian dari kesenian di Kabupaten Magelang. Menurutnya, kesenian wayang menjadi bagian dari integral budaya masyarakat tanah Jawa. Lewat kesenian itulah, kata Habib, banyak nilai-nilai yang nantinya akan disampaikan kepada jajaran pengawas pemilu.

 Baca Juga: Yuk Mengintip 5 Kopi Termahal di Dunia, Salah Satunya Berasal dari Indoensia Lohh..

Lebih-lebih, pengawas pemilu perlu diingatkan kembali dan menjaga integritas serta netralitas sebagai penyelenggara pemilu. "Kami juga ingin berkontribusi melestarikan kesenian tradisional seperti tari Soreng. Sebagai bentuk semangat dan siaga magito-gito," imbuhnya.

Habib pun meminta seluruh pengawas pemilu untuk mengoptimalkan pencegahan dengan identifikasi permasalahan dan isu-isu tahapan kampanye. Kemudian, memetakan potensi kerawanan dan menjalin koordinasi dengan stakeholder. (aya/pra)

Gambar Aplikasi Siila dengan Beragam Fitur. (IST./RDR.LMG )
Gambar Aplikasi Siila dengan Beragam Fitur. (IST./RDR.LMG )
Photo
Photo
Editor : Heru Pratomo
#pemilu 2024 #bawaslu #candi borobudur #Kabupaten Magelang