SLEMAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman bersiap terhadap segala potensi. Termasuk terjadinya bencana. Seperti erupsi Gunung Merapi.
Koordinator Divisi SDM Organisasi dan Diklat Bawaslu Sleman Ahmad Sidiq Wiratama mengatakan, beberapa kapanewon yang masuk kategori rawan bencana di antaranya Turi, Pakem, dan Cangkringan. "Karena merupakan lokasi yang berdekatan dengan Gunung Merapi," katanya Selasa (28/11).
Sementara untuk kapanewon Prambanan cukup rawan dalam hal distribusi. Lantaran memiliki medan yang sulit dilalui kendaraan ketika musim hujan.
Ahmad meminta, dengan potensi tersebut pihaknya memberikan rekomendasi kepada KPU Sleman untuk mulai melakukan antisipasi. Yakni dengan menyiapkan relokasi TPS ke tempat-tempat yang lebih aman dan menyesuaikan kendaraan untuk distribusi.
“Kami meminta agar KPU menyesuaikan armada untuk mengirim logistik dan menyiapkan relokasi TPS seperti di barak pengungsian ketika ada erupsi Merapi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dari hasil pengawasan logistik pemilu, Bawaslu Sleman memastikan bahwa beberapa logistik seperti bilik suara, tinta, dan segel sudah sesuai. Kemudian untuk logistik berupa kotak suara memang ada sebanyak 196 buah yang rusak namun telah dikoordinasi agar dapat dilakukan penggantian.
Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi menyampaikan, pengalaman di 2019 lalu pihaknya berkoordinasi dengan PT. Pos Indonesia untuk distribusi ke wilayah sulit. Kemudian untuk TPS di wilayah rawan bencana Gunung Merapi pihaknya akan menyiapkan antisipasi khusus.
“Untuk wilayah Merapi memang harus dipertimbangkan TPS-nya, kemudian untuk mengantisipasi kendaraan besar yang tidak bisa masuk kelurahan transportasinya akan menyesuaikan agar tidak ada kendala,” ungkap Baehaqi. (inu)