RADAR MALIOBORO - Penyelenggaraan pemilu yang jujur dan berintegritas diharapkan menghasilkan pemimpin dan anggota legislatif yang berkualitas dan berintegritas. Karena krisis di Indonesia tak hanya di eksekutif, kalangan legislatif pun menjadi sorotan.
Hal itu mengemuka dalam temu kangen Komunitas Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) seluruh Indonesia yang digelar di Hotel Grand Rohan Jogja Sabtu (16/12). "Kami sangat perihatin dengan hancurnya karakter, termasuk di kalangan anggota legislatif. Kalau diprosentase mungkin 50 persen kondisinya sangat memperihatinkan," kata Ketua Panitia Acara Rochmiyati.
Karena itu para alumni HMI berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan aktif dari 1970, 1980, dan 1990 berharap bisa menjadi inspirasi dengan sikap moral warga negara yang cerdas dan kritis dalam menggunakan hak pilihnya. Menurut dia, sebagai alumni HMI, sudah sejak awal bergabung diajak berfikir kritis. "Baik untuk diri sendiri maupun masyarakat," tuturnya.
Sikap kritis tersebut yang diharapkan dapat dijadikan dasar dalam mengambil keputusan saat pemilu nanti. Tak hanya untuk diri sendiri, lanjut dia, diharapkan juga menginspirasi orang lain di sekitarnya. Sesuai dengan pekerjaan atau kehidupannya saat ini. "Ada yang sudah pensiun, pejabat, pengusaha hingga ibu rumah tangga," ungkapnya.
Selain itu para alumni juga mengharapkan enyelenggara pemilu, dalam hal ini komisi pemilihan umum (KPU) bisa bekerja profesional dan berintegritas. Menurut dia, dengan bekerja profesional dan berintegritas diharapkan bisa menghasilkan pemimpin dan anggota legislatif yang juga berkualitas dan berintegritas. "Dengan pemilih yang cerdas dan pelaksanaan pemilu yang objektif bisa menghasilkan pemimpin berkualitas dan berintegritas," katanya.