Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pengamat UGM Sebut Debat Terbuka Jadi Variabel yang Menarik Minat Mahasiswa

Fahmi Fahriza • Kamis, 18 Januari 2024 | 15:00 WIB
Para capres beradu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).
Para capres beradu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

RADAR MALIOBORO - Keterlibatan anak muda termasuk para mahasiswa pada kontestasi pemilu 14 Februari mendatang cukup tinggi. Salah satu alasan yang membuat mereka tertarik untuk terlibat dalam konteks pemilu adalah karena adanya debat terbuka dalam kampanye yang dilakukan. Hal ini diungkapkan oleh Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM Arga Pribadi Imawan.

Dari pantauannya, para mahasiswa memang memiliki kecenderungan untuk lebih senang terlibat dalam metode kampanye yang sifatnya diskusi atau debat terbuka. Sebab sebelumnya, dia turut terlibat dalam sebuah survei yang dilakukan kepada 1.001 responden. Salah satu indikator yang juga ditanyakan adalah respons mereka terhadap adanya metode debat terbuka.

"Sebanyak 69,93 persen dari total partisipan survei itu menyukai metode kampanye yang sifatnya debat terbuka," paparnya.

Arga menuturkan, dalam metode debat terbuka juga jadi ajang kampanye yang cukup efektif dan relevan. Terlebih untuk menempatkan posisi anak-anak muda sebagai partisipan aktif. Karena mereka bisa melakukan diskusi dan tanya jawab secara langsung.

Tak hanya itu, metode debat terbuka disebut Arga juga cukup inovatif. Karena pada momentum pemilu sebelum-sebelumnya tidak atau belum dilakukan.

"Ini jadi metode baru, yang refreshing dan menarik untuk semua kalangan," tuturnya.

Secara tidak langsung, metode kampanye tersebut memang cenderung lebih diterima anak-anak muda. Apabila dibandingkan metode kampanye konvensional seperti melalui baliho, pamflet, atau kampanye door to door.

Konsumsi informasi dan konten sosial media dari anak-anak muda tersebut cukup berpengaruh terhadap metode kampanye yang harus dilakukan oleh parpol. Sehingga parpol akhirnya menyesuaikan dengan relevansi anak muda. "Jadi partai juga berusaha mencari metode kampanye yang relevan," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#mahasiswa #ugm #jogja #debat terbuka