RADAR MALIOBORO - Program makan siang gratis pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diuji pertama kali hari ini di Tangerang, Provinsi Banten.
Proses ini dilakukan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menggambarkan proses tersebut sebagai semacam simulasi.
Baca Juga: Resep Cumi Sambal Mercon yang Nagih dan Enak
Simulasi program makan siang gratis ini diberikan kepada siswa SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Provinsi Banten. Beberapa siswa sekolah dasar menerima makan siang gratis.
Menunya ada 4 macam: nasi ayam, nasi semur telur, gado gado, dan siomay.
Baca Juga: Waspada! Kebiasaan Sepele Ini Bisa Sebabkan Tubuh Gemuk Salah Satunya Makan Sambil Nonton TV
Semua menu harus mencakup jumlah karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran dan buah-buahan yang dibutuhkan.
Meski Prabowo-Gibran belum resmi diumumkan menang Pilpres 2024,akan tetapi Komisi Pemilihan Umum (KPU), programnya sudah dibahas dalam persiapan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
Airlangga mengatakan, setiap anak akan mendapat makan siang gratis sebesar Rp 15.000 tidak termasuk susu.
Dikatakannya, ada sekitar 70,5 juta orang yang bisa mendapatkan makan siang dan susu gratis. Potensi penerima manfaat adalah 22,3 juta anak balita, 7,7 juta anak TK, 28 juta siswa SD, dan 12,5 juta anak SMP hingga Madrasah.
Baca Juga: EA PHK Karyawan, Pemecatan Berdampak Pada Pembatan Game Star Wars FPS
Namun, Presiden Jokowi membantah program makan siang dan susu gratis antara Prabowo dan Gibran dibahas secara khusus dalam rapat kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin (26/2).
"Tidak, tidak. Saya hanya mengatakan bahwa program presiden mendatang harus masuk anggaran 2025 adalah saat sidang kabinet paripurna," ujarnya, Rabu (28/2), di Cilangkap, Jakarta Timur usai menghadiri acara Rapim TNI/Polri.
Baca Juga: Semakin Canggih. Dimasa Depan Akankah Pekerjaan Jurnalis Tergantikan Oleh AI ?
“Belum ada pembahasan konkrit soal isi pengajaran (program makan siang),'' tegas Jokowi.
Di tengah perdebatan mengenai program makan siang dan susu gratis, pemerintah terpaksa memperpanjang defisit APBN hingga tahun 2025. Jika tahun ini hanya 2,29%, sedangkan tahun depan akan diperluas menjadi 2,45-2,8%. {}
Editor : Iwa Ikhwanudin