RADAR MALIOBORO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuka kemungkinan berkoalisi dengan parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilwali Surabaya 2024.
Ketua Pengurus PSI Jatim Teguh Cahyadin atau Gus Din mengatakan, bahwa PSI terbuka terhadap berbagai pihak yang berkepentingan. peluang pada Pilwali Kota Surabaya 2024.
Baca Juga: Merinding, Ternyata Pigmen Warna Ini Terbuat Dari Mumi Asli Mesir! Cek Kisahnya Berikut ini...
”Kami melihat situasinya masih dinamis, target PSI adalah ada kader kami minimal di posisi Cawawali Surabaya 2024,” kata Gus Din dalam keterangan resmi yang diterima.
Gus Din menyatakan, PSI siap bekerja sama dengan partai-partai di KIM untuk mengusung calon baru di Pilwali Surabaya 2024.
”Kita lihat kan Eri Cahyadi saat ini ramai ya gandeng lagi dengan Armuji, berarti merah-merah. Kita lihat konfigurasi di pusat juga, jika partai-partai di KIM semacam Golkar atau Gerindra membuat poros baru di Surabaya tentu kita buka peluang di poros baru itu,” jelas Teguh Cahyadin.
”Kami harap PSI yang punya 5 kursi DPRD Kota Surabaya bisa mencalonkan kader sendiri minimal sebagai wakil,” tambah dia.
Baca Juga: Viral ! Sensasi Baru Kopi Daun Bawang Jadi Tren di TikTok, Gimana Rasanya?
Gus Din mengaku membuka peluang mengusung Bayu Airlangga untuk Pilwali Surabaya 2024 bersama Golkar dan Gerindra yang notabene parpol di KIM.
”Kebetulan Bayu juga Golkar dan Ketua Projo Jatim, tentu kami buka opsi-opsi itu. Apalagi akan sangat kuat jika parpol KIM bersama. Apalagi Golkar sudah memberi sinyal mendorong Bayu Airlangga maju di Pilwali Surabaya,” jelas Teguh Cahyadin.
Baca Juga: Pertarungan Antara Kera dan Manusia Berlanjut di Kingdom Of The Planet Of The Apes
Gus Din melihat sosok Bayu merupakan figur yang merakyat dan mau turun ke bawah. Gaya Bayu disebutnya mirip dengan Soekarwo atau Pakde Karwo yang notabene merupakan mertua Bayu.
”Bayu merakyat, karena Surabaya butuh sosok merakyat, egaliter. Tentu opsi-opsi ini sangat terbuka untuk dipertimbangkan PSI. Yang pasti, PSI akan mendukung calon yang mau melanjutkan pembangunan,” tutur Teguh Cahyadin. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin