Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Di Tengah Kontroversinya karena Berkolaborasi dengan Starbucks, Member NCT Ini Isyaratkan Dukungannya Pada Palestina

Nadiva Aiszhabella • Sabtu, 1 Juni 2024 | 02:46 WIB
Bukti Dukungan Member NCT Kepada Palestina
Bukti Dukungan Member NCT Kepada Palestina

RADAR MALIOBORO – Belum lama ini, Starbucks Korea telah mengungkapkan tentang kolaborasi merchandise nya dengan salah satu boygrup Korea, yaitu NCT.

Karena hal ini, banyak sekali penggemar NCT yang kecewa dan menuntut boikot untuk grup tersebut, salah satunya adalah para penggemar dari Indonesia.

Baca Juga: Sudah Tayang di Netflix, Film Agak Laen Sudah Bisa Ditonton Mulai Hari Ini!

Seruan kekecewaan ini ramai dibahas di x untuk mengecam hasil kolaborasi tersebut. Bukan tanpa alasan, hal ini karena Starbucks sendiri adalah salah satu perusahaan yang pro-Israel yang mendukung genosida Palestina. Mereka menggunakan berbagai cara untuk mengungkapkan kekecewaannya.

Baca Juga: Memberhentikan Anggota Dewan yang Mendukung Min Hee Jin, HYBE Labels Menunjuk Dewan Anggota Baru Untuk ADOR

Fans beramai-ramai mulai mengajak untuk tidak mengikuti akun media sosial NCT dan membernya, menyerbu akun SM Entertainment dan NCT hingga tagar tersebut menjadi trending topik di platform X.

Baca Juga: Resep Bakmi Godog Khas Bantul yang Rasanya Mantul, Ditambah Daging Ayam Suwir dan Telur Bebek Bikin Lidah Tak Bisa Berhenti Ngunyah

“Hello, SM Entertainment. We do NOT want NCT or any of your artists to associate or promote STARBUCKS or any companies that are financing a genocide in Palestine. Please take note of our concerns. @SMTOWNGLOBAL @NCTsmtown @SMTOWN_Idn #SM_BOYCOTT_GENOCIDE," tulis para fans NCT di platform x.

Baca Juga: Adem dana Menenangkan! Ini Dia 3 Wisata Menarik dan Hits di Purwokerto yang Cocok untuk Menghilangkan Penat

“(Halo, SM Entertainment. Kami TIDAK ingin NCT atau artis Anda mengasosiasikan atau mempromosikan STARBUCKS atau perusahaan mana pun yang mendanai genosida di Palestina. Harap perhatikan kekhawatiran kami).”

Baca Juga: Tak Punya Malu, Wisatawan Asing Asal Belanda Pose Tidak Senonoh di Gunung Bromo

Menanggapi respon tersebut, beberapa member NCT mulai menyuarakan dukungannya pada Palestina secara tak langsung. Leader NCT, Lee Taeyong yang sedang menjalani wajib militer pada April kemarin, turut menyuarakan tentang boikot.

Baca Juga: Irish Bella Buka Suara Pasca Menang Nominasi Asmara Tersilet Ajang Silet Awards 2024, Nama Inara Rusli pun Ikut Terseret!

Hal tersebut ia ungkapkan melalui Instagram storynya @taeoxo_nct yang terlihat hanya background hitam dan tulisan “BOYCOTT” di samping sebelah kanan. Namun, tak lama postingan tersebut dihapus.

Baca Juga: Pecinta Film Simak Jadwal Bioskop di Jogja yang Tayang Hari Ini 31 Mei 2024

Beberapa fans menganggap bahwa staff yang memegang hp Taeyong lah yang menghapusnya. Diketahui bahwa saat ini Taeyong sedang menjalani wajib militer, sehingga ia hanya memiliki beberapa waktu yang singkat untuk memegang hp.

Baca Juga: Begini Sejarah Pemilu di Indonesia: Dari Awal Kemunculan hingga Saat Ini

Member lain yang juga turut serta mengisyaratkan dukungannya pada Palestina adalah Winwin. Hal ini diketahui dari chat bubble nya dengan menambahkan emoji semangka yang merujuk pada bendera Palestina.

Baca Juga: Netizen Kepo Soal Royalti untuk Keluarga Mendiang Vina Cirebon, Anggy Umbara Bilang Begini..

Selain itu, di salah satu postingan terbarunya di instagram @wwiinn_7 menambahkan caption emoji kucing dan semangka.

Menyusul kedua member tersebut, Renjun juga ikut menyuarakan aksi dukungannya dengan mengunggah di Instagram storynya yang menuliskan “peace” ditengah dua emoji love dan menambahkan emoji kopi, hati retak dan tanda “x”.

Baca Juga: Minat Film Horor di Indonesia Tinggi, Ini Alasan Mengapa Orang Indonesia Suka Banget Film Horor? Ini alasannya.

Fans berspekulasi Renjun bermaksud mendukung pada kedamaian dan menolak “kopi” yang merujuk ke Starbucks. ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#penjahat #palestina #israel #anti #perang