Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Viral Pria Bule yang Sudutkan IKN, Polisi: Jangan Bikin Rakyat Antipati Kepada Orang Lain

Wulan Destiana Maharani • Jumat, 14 Juni 2024 | 17:54 WIB
Foto:Video postingan seorang bule di tiktok viral usai soroti IKN bahkan plesetkan IKN sebagai Ibu Kota Koruptor Nepotisme. (Radar Lawu - Jawa Pos)
Foto:Video postingan seorang bule di tiktok viral usai soroti IKN bahkan plesetkan IKN sebagai Ibu Kota Koruptor Nepotisme. (Radar Lawu - Jawa Pos)

RADAR MALIOBORO- Polda Kaltim turun tangan terkait  video viral seorang pria  berparas bule yang membuat konten seputar Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelaku bahkan menyebut IKN sebagai ibu kota koruptor dan nepotisme.

Kombes Pol Artanto, Kabid Humas Polda Kaltim, memastikan bahwa lokasi rekaman video  tersebut tidak masuk area IKN.

Tim Polda Kaltim melakukan penyelidikan terhadap medsos yang viral tersebut. Hasil sementara menunjukkan lokasinya bukan di area IKN,” kata Artanto kepada wartawan, Jumat (14/6).

Polisi mengimbau kepada pelaku untuk tidak membuat konten sembarangan, baik berkaitan IKN maupun tempat lainnya. Penyampaian pendapat atau penilaian dapat dilakukan dengan cara yang baik.

“Apalagi yang bersangkutan adalah warga negara Indonesia yang akunnya menggunakan nama ‘om bule’, jangan sampai membuat antipasti sebagai masyarakat Indonesia terhadap orang lain,” jelas Artanto.

Sebelumnya, pernyataan yang dilontarkan oleh seorang bule di media sosial Tiktok terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai destruktif dan merugikan pemerintah Indonesia.

Pasalnya, pernyataan tersebut sempat viral berdampak timbulnya penilaian negatif terhadap pemerintah yang saat ini sedang giat-giatnya membangun Ibu Kota Nusantara(IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Pasar Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kami menilai pernyataan yang disampaikan oleh seorang bule Warga Asing yang mengaku sudah lama tinggal di Indonesia tersebut destruktif atau  pernyataan yang mengarah pada hal-hal yang berkonotasi negatif bagi negara yang  kini sedang membangun IKN di Kalimantan Timur,” kata Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin kepada wartawan, Kamis (13/6).

Alimuddin menyatakan, bahwa pengembangan IKN tentunya membutuhkan masukan dari semua pihak, asalkan masukan tersebut bersifat konstruktif dan bukan justru destruktif. Apalagi menyampaikan data dan fakta yang ber beda.***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#IKN #orang asing #bule