Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kritik Tarif Trump, Tiongkok Publikasikan Pidato Reagan dan Mao Zedong: “Kami Tidak Akan Pernah Menyerah”

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 17 April 2025 | 22:16 WIB
Mae Zedong dan Donald Trump
Mae Zedong dan Donald Trump

RADAR MALIOBORO - Dinamika terbaru perang narasi dagang yang masif antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Pemerintah Tiongkok gencar-gencarnya mengkampanyekan media dengan membagikan kutipan-kutipan historis dari dua tokoh besar dunia.

Yakni mantan Presiden AS Ronald Reagan serta mantan pemimpin Tiongkok Mao Zedong.

Dewasa ini, media pemerintah Tiongkok dan Kementerian Luar Negeri secara luas menyebarkan potongan pidato Ronald Reagan dari tahun 1987.

Dalam pidato tersebut, Reagan mengecam penggunaan tarif sebagai tindakan pembalasan yang, menurutnya, justru merugikan perekonomian Amerika Serikat sendiri.

Langkah ini dipandang sebagai kritik tersirat akan kebijakan tarif tinggi era Presiden Donald Trump terhadap produk-produk Tiongkok.

Pidato Mao Zedong dibagikan ke publik pada Kamis (10/04/2025) melalui akun X Mao Ning.

Klip video ini diambil dari pidato penutupan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) pada tahun 1953.

Saat itu, Mao merujuk pada Perang Korea, di mana Tiongkok mendukung Korea Utara dan AS mendukung Korea Selatan.

“Berapa lama perang ini akan berlangsung, bukan kami yang dapat memutuskan,” ujar Mao dalam pidatonya.

“Dulu tergantung pada Presiden Truman, dan akan tergantung pada Presiden Eisenhower, atau siapa pun yang menjadi Presiden AS berikutnya. Terserah mereka", ujarnya.

Ucapannya disambut tepuk tangan yang meriah.

Baca Juga: La Nyalla dan Penggeledahan KPK: Ancaman bagi Kepercayaan Publik pada Lembaga Olahraga

Mao menambahkan, “Tidak peduli berapa lama perang ini akan berlangsung, kami tidak akan pernah menyerah. Kami akan berjuang sampai kami menang sepenuhnya."

Walaupun pidato tersebut mengarah pada konflik tujuh dekade lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menyatakan bahwa pesan tersebut tetap relevan hingga hari ini.

“Ini mencerminkan semangat rakyat Tiongkok. Kami tidak takut dengan provokasi. Kami tidak akan menyerah,” tulisnya dalam sebuah keterangan foto yang menyertai video tersebut.

Dengan mempublikasikan pidato-pidato historis di tengah ketegangan perdagangan antar kedua negara besar ini menuai asumsi ketegasan Tiongkok.

Hal ini dinilai sebagai strategi untuk menegaskan kekuatan ekonomi dari Washington, serta menyematkan narasi ketahanan nasional kepada publik domestik maupun kancah internasional.

(Umi Jari Widayah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#perang dagang #Perang Dagang Amerika-Tiongkok #Perang Dagang Amerika China #China - AS #tiongkok