JOGJA - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangl) DIY menggelar pendidikan politik bagi kelompok difabel dengan tema Politik Inklusif: Suara Difabel untuk Demokrasi Berkeadilan, Senin (16/6).
Agenda itu bertujuan untuk memperkuat kesadaran politik, kapasitas partisipatif, serta membuka ruang-ruang keterlibatan yang lebih luas bagi difabel dalam kehidupan demokrasi.
"Kami memiliki komitmen kuat untuk memastikan bahwa kelompok difabel tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek aktif dalam proses politik," kata Kepala Bakesbangpol DIY Lilik Andi Aryanto.
Lilik menyebut, praktik diskriminasi, minimnya akses, serta keterbatasan informasi politik dinilai masih menjadi hambatan utama keterlibatan difabel.
Padahal, suara mereka tak hanya perlu didengar, tapi juga diakui, dihargai, dan dijadikan bagian penting dalam arah pembangunan inklusif.
"Itu hanya membuat kelompok difabel terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan," ujarnya.
“Agenda ini menjadi ruang aspirasi sekaligus bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun depan,” jelasnya.
Komisioner KPU DIY Sri Surani menambahkan, partisipasi pemilih disabilitas dalam Pemilu 2024 di DIY masih di bawah 32 persen.
Dari total 30.503 pemilih disabilitas, hanya 31,64 persen yang menggunakan hak pilih untuk pemilihan presiden-wakil presiden.
Baca Juga: Hadirkan Sensasi Petualangan Baru, CRF250 Series Siap Jelajahi Indonesia
Kemudian 31,62 persen untuk pemilihan DPD RI, angka serupa juga tercatat untuk pemilihanDPR RI dan 31,36 persen untuk pemilihan DPRD Provinsi.
“Artinya, tingkat partisipasi belum mencapai setengah dari keseluruhan data pemilih. Maka kami akan melakukan beberapa perbaikan,” tambahnya. (oso/wia)