Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

PM Nepal KP Sharma Oli Lengser Setelah Gelombang Protes Berdarah

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 10 September 2025 | 21:11 WIB
Demonstrasi di Nepal (9/9/2025).
Demonstrasi di Nepal (9/9/2025).

RADAR MALIOBORO – Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli, akhirnya menyatakan mundur pada Selasa (9/9) menyusul tekanan besar dari aksi protes antikorupsi yang digerakkan anak muda. Gelombang demonstrasi itu pecah setelah pemerintah memberlakukan larangan media sosial, yang kemudian dicabut kembali usai bentrokan sengit dengan aparat.

Kericuhan pada hari pertama aksi menelan sedikitnya 22 korban jiwa dan melukai ratusan orang setelah polisi melepaskan gas air mata serta peluru karet untuk membubarkan massa yang mencoba menerobos gedung parlemen. Secara keseluruhan, jumlah korban meninggal sejak protes dimulai telah mencapai 41 orang.

Dalam surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada Presiden Ramchandra Paudel, Oli menegaskan bahwa langkah itu diambil demi meredakan ketegangan politik. “Dengan mempertimbangkan kondisi negara yang tidak kondusif, saya memilih mengundurkan diri hari ini agar permasalahan bisa diselesaikan secara politik sesuai konstitusi,” tulis Oli.

Presiden Paudel kini menyiapkan mekanisme untuk mencari pengganti Oli, sekaligus membuka ruang dialog dengan tokoh-tokoh penggerak aksi. Sementara itu, Panglima Angkatan Darat Ashok Raj Sigdel melalui pernyataan video menyerukan demonstran menghentikan kekerasan agar tidak semakin banyak korban jatuh. Pihak militer juga menegaskan komitmen menjaga keamanan warga.

Kerusuhan ini disebut sebagai yang terparah dalam beberapa dekade di Nepal, negara pegunungan yang berada di antara India dan China. Ketidakstabilan politik sudah lama menghantui Nepal sejak sistem monarki dihapus pada 2008. Rasa frustrasi generasi muda kian menumpuk akibat minimnya lapangan pekerjaan, hingga jutaan orang terpaksa bekerja di luar negeri sebagai buruh migran, terutama di Timur Tengah, Korea Selatan, dan Malaysia.

Reaksi juga datang dari komunitas internasional. Amerika Serikat menyerukan semua pihak menahan diri serta menegaskan dukungannya terhadap stabilitas, demokrasi, dan kesejahteraan Nepal.

Begitu kabar mundurnya Oli menyebar, para demonstran dengan penuh semangat memasuki kompleks parlemen. Mereka bersorak, melambaikan tangan, hingga menuliskan slogan “Kami menang” di dinding gedung. Meski ribuan orang masih bertahan di jalanan, situasi relatif kondusif karena aparat memilih menjaga jarak dari massa.

(Aulia Freza Fitriani)
Sumber: https://www.reuters.com/world/asia-pacific/young-anti-corruption-protesters-oust-nepal-pm-oli-2025-09-09/

https://www.bbc.com/news/live/c741n80ndlxt

https://www.aljazeera.com/news/liveblog/2025/9/9/nepal-protests-live-nepali-congress-office-top-leaders-homes-set-on-fire

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Perdana Menteri Nepal #KP Sharma Oli Mundur #KP Sharma Oli