RADAR MALIOBORO – Militer Israel kembali mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil di Gaza yang belum mengungsi ke wilayah selatan. Dalam pernyataan yang dirilis pada hari ini, juru bicara militer Israel menegaskan bahwa siapa pun yang masih berada di wilayah utara Gaza akan dianggap sebagai afiliasi organisasi teroris.
Peringatan ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan warga sipil yang terjebak di tengah konflik yang berkecamuk antara Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Gaza. Banyak pihak menilai bahwa ancaman ini melanggar hukum humaniter internasional, yang mewajibkan semua pihak yang bertikai untuk melindungi warga sipil dan membedakan antara kombatan dan non-kombatan.
"Kami memahami bahwa tidak semua orang dapat atau ingin mengungsi, tetapi kami menekankan bahwa risiko bagi mereka yang tetap tinggal sangat tinggi," ujar seorang perwira militer Israel dalam konferensi pers. "Kami akan terus melakukan operasi militer untuk menghancurkan infrastruktur teroris, dan kami tidak akan bertanggung jawab atas keselamatan mereka yang memilih untuk tetap berada di zona pertempuran."
PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya telah berulang kali menyerukan Israel untuk mencabut perintah evakuasi dan memberikan jaminan keamanan bagi warga sipil di Gaza. Mereka menekankan bahwa banyak warga sipil, termasuk orang tua, orang sakit, dan penyandang disabilitas, tidak dapat mengungsi karena keterbatasan fisik atau kurangnya sumber daya.
"Menganggap semua orang yang tidak mengungsi sebagai teroris adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan melanggar prinsip-prinsip dasar kemanusiaan," kata seorang juru bicara PBB. "Kami mendesak Israel untuk menghormati hukum internasional dan mengambil semua tindakan yang mungkin untuk melindungi warga sipil."
Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk akibat blokade yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan serangan militer yang intensif. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya kewalahan menangani jumlah korban luka yang terus meningkat, sementara pasokan makanan, air, dan obat-obatan semakin menipis.
Sejumlah negara dan organisasi internasional telah mengecam ancaman Israel dan menyerukan gencatan senjata segera untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan menjangkau warga sipil yang membutuhkan. Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa kedua belah pihak bersedia untuk menghentikan pertempuran.
Baca Juga: Menguak Misteri Ratu Laut Selatan: Kisah Lengkap Legenda Mistis Nyi Roro Kidul
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin