RADAR MALIOBORO – Pada Minggu (5/10/2025) serangan udara Israel terhadap Gaza menewaskan sedikitnya 63 orang dalam kurun 24 jam menjelang dimulainya pembicaraan gencatan senjata.
Pembicaraan negosiasi gencatan senjata akan dihadiri delegasi dari Amerika Serikat, Israel, dan Hamas di Kairo, Mesir, yang dimediasi pemerintahan AS.
Negosiasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (6/10/2025) dengan fokus utama pertukaran tahanan, terutama pembebasan 48 sandera yang masih ditahan oleh Hamas, sebagai bagian dari rencana Trump, seperti dikutip dari The Guardian.
Delegasi Hamas dipimpin oleh Khalil al-Hayya, sedangkan pihak Israel menunjuk Ron Dermer sebagai negosiator utama. Sementara itu, delegasi Amerika Serikat diwakili oleh penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner dan diplomat Steve Witkoff.
Laporan Le Monde.fr menyebut militer Israel telah mulai mempersiapkan implementasi fase pertama dari rencana perdamaian Trump pada Sabtu (4/10/2025). Selain itu, Presiden Trump memberikan batas waktu kepada Hamas hingga Minggu (5/10/2025) pukul 18:00 waktu Washington DC untuk merespons proposal perdamaian tersebut.
Trump sebelumnya memerintahkan Israel menghentikan pengeboman Gaza setelah Hamas menyatakan kesiapan awal terhadap rencana perdamaian AS. Namun, serangan tetap berlanjut hingga menjelang pembicaraan di Kairo.
Dikutip dari The Guardian, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 67.139 orang tewas dan sekitar 170.000 orang luka-luka akibat serangan militer Israel di Gaza, sekitar setengah dari korban tersebut adalah perempuan dan anak-anak.
Usulan Trump mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap, pelucutan senjata Hamas, dan pengalihan administrasi Gaza ke otoritas transnasional yang didukung AS, Mesir, dan sejumlah negara Arab.
Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan lebih dari 1.000 tahanan Palestina dan membuka akses besar untuk bantuan kemanusiaan serta rekonstruksi wilayah Gaza.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkapkan bahwa pembicaraan di Kairo ini merupakan langkah terdekat yang pernah dicapai untuk membebaskan semua sandera, dalam wawancara dengan ABC pada Minggu (5/10/2025). Ia memperingatkan bahwa masih ada kemungkinan negosiasi gagal karena masalah logistik dan rincian pembebasan sandera masih perlu diselesaikan.
Jika kesepakatan gencatan senjata berhasil dicapai di Kairo, tahap pertama yang diharapkan akan diumumkan dalam minggu ini adalah pertukaran sandera dan tahanan disertai penghentian serangan udara selama 72 jam. Namun jika gagal, Israel telah memperingatkan akan kembali melancarkan operasi besar-besaran.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin