Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Shutdown Pemerintah AS: Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 9 Oktober 2025 | 22:28 WIB
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat (Donald Trump).
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat (Donald Trump).

RADAR MALIOBORO – Sejak Rabu, 1 Oktober 2025, pemerintah Amerika Serikat mengalami shutdown karena Kongres gagal menyetujui anggaran belanja federal. Shutdown ini menyebabkan penutupan sementara layanan publik non-esensial dan penundaan gaji bagi pegawai pemerintah. Kondisi ini bukan pertama kalinya terjadi di AS, namun kali ini terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang memburuk.

Potensi Dampak terhadap Indonesia

Beberapa potensi dampak shutdown AS terhadap ekonomi Indonesia meliputi:

1. Perlambatan Perundingan Dagang: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa shutdown menghentikan sementara perundingan dagang antara Indonesia dan AS. Negosiasi untuk mendapatkan pengecualian tarif bagi barang-barang tertentu dari Indonesia juga terpaksa ditunda.

2. Penurunan Ekspor: Peneliti Senior CSIS, Deni Friawan, menjelaskan bahwa shutdown dapat menyebabkan penurunan konsumsi domestik di AS, yang berpotensi mengurangi permintaan terhadap barang-barang ekspor Indonesia, terutama di sektor tekstil, garmen, alas kaki, dan produk elektronik.

3. Ketidakpastian Pasar Keuangan: Shutdown yang berkepanjangan dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan internasional. Investor cenderung mencari aset yang lebih aman (flight to safety), sehingga modal dapat keluar dari negara berkembang seperti Indonesia menuju negara maju.

4. Potensi Penguatan Rupiah: Di sisi lain, ekonom dari Partai Golkar, Puteri Komarudin, berpendapat bahwa pelemahan dolar AS akibat shutdown berpotensi membuat rupiah menguat, seperti yang terjadi pada tahun 2018. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga memprediksi hal serupa. Namun, Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata Tbk., menilai bahwa sensitivitas rupiah sangat dipengaruhi faktor domestik seperti kredibilitas fiskal.

Sektor yang Paling Terdampak

Sektor manufaktur, tekstil, alas kaki, dan produk elektronik merupakan sektor yang paling rentan terhadap penurunan permintaan dari pasar Amerika. Hal ini disebabkan karena sektor-sektor ini sangat bergantung pada daya beli konsumen AS, yang dapat menurun selama shutdown akibat tertundanya gaji pegawai federal.

Langkah Antisipasi

Ekonom mengusulkan beberapa strategi yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi dampak shutdown AS, terutama jika berlangsung lama:

• Menjaga kredibilitas fiskal.

• Memastikan kredibilitas bauran kebijakan.

• Mengoptimalkan komposisi instrumen moneter agar aliran investor asing cenderung mengarah ke SBN.

• Memanfaatkan potensi dan insentif yang disediakan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan domestik.

• Diversifikasi pasar ekspor dan penguatan pasar domestik.

Dampak shutdown pemerintah AS terhadap ekonomi Indonesia sangat bergantung pada durasi shutdown tersebut. Semakin lama shutdown berlangsung, semakin besar pula efek rambatannya terhadap perekonomian Indonesia. Pemerintah dan pelaku usaha perlu mewaspadai potensi dampak negatif dan mengambil langkah antisipasi yang diperlukan untuk meminimalkan risiko.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#shutdown #donald trump #amerika