Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bahas Dukungan Rudal Tomahawk, Trump dan Zelenskyy Dijadwalkan Bertemu di Washington

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 15:43 WIB
Potret Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Zelenskyy di Oval Office, Februari 2025. (Wikimedia Commons/Public Domain)
Potret Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Zelenskyy di Oval Office, Februari 2025. (Wikimedia Commons/Public Domain)

RADAR MALIOBORO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan bertemu pada Jumat (17/10/2025) di Washington. Pertemuan ini disebut menjadi ajang bagi Zelenskyy untuk mendorong Amerika Serikat agar menyetujui pemberian rudal Tomahawk untuk Ukraina.

Kunjungan ini berlangsung sehari setelah Trump berbicara lewat telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut sumber BBC dan Reuters, keduanya sepakat untuk menggelar pertemuan tatap muka di Budapest, Hungaria, dalam dua minggu mendatang. Sementara itu, tim negosiasi dari Washington dan Moskow dijadwalkan bertemu lebih dahulu pekan depan.

Dikutip dari BBC, Trump menyebut bahwa ia akan memberi pengarahan kepada Zelenskyy tentang hasil pembicaraan dengan Putin dan kemungkinan langkah lanjutan menuju gencatan senjata.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki “banyak Tomahawk,” tetapi pada Kamis (16/10/2025), ia mengatakan persediaannya terbatas dan mungkin tidak memiliki rudal cadangan, dikutip dari AP News.

“Kami memiliki banyak rudal itu, tetapi kami membutuhkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Zelenskyy menilai Moskow “bergegas membuka dialog” segera setelah mendengar kabar rencana pasokan Tomahawk dari Washington, dikutip dari The Guardian.

Beberapa jam sebelum panggilan telepon Trump dan Putin, Rusia meluncurkan salah satu serangan udara terbesar tahun ini ke wilayah Ukraina, termasuk 28 rudal balistik dan 320 drone, menurut keterangan Duta Besar Ukraina untuk AS, Olga Stefanishyna.

Kunjungan kali ini merupakan yang ketiga bagi Zelensky ke Washington sejak Januari 2025, di tengah tekanan untuk mempertahankan dukungan militer AS.

Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Trump kini meninjau ulang skala bantuan kepada Kyiv, setelah sebelumnya menjanjikan pendekatan yang “lebih seimbang” terhadap Rusia dan Ukraina.

Baca Juga: Kekuatan Tersembunyi Biji Anggur: Senjata Ampuh Melawan Radikal Bebas hingga Efektif Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sementara itu, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menyambut rencana pertemuan Trump dan Putin di Budapest sebagai “berita baik bagi perdamaian dunia.” Ia juga menyerukan agar Eropa menghentikan sikap arogan dan segera memulai dialog dengan Rusia.

Perang Rusia dan Ukraina telah memasuki tahun ketiga sejak invasi penuh dimulai pada Februari 2022. Pertemuan diplomatik ini dinilai sebagai salah satu titik penting dalam menentukan arah dukungan Barat terhadap Kyiv serta dinamika hubungan baru antara Washington dan Moskow.

(Maulina)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Tomahawk #rudal #donald trump #Volodymir Zelensky