RADAR MALIOBORO – Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa yang digelar di berbagai titik ibu kota pada Senin (20/10/2025). Aksi tersebut bertepatan dengan momentum satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiagakan setidaknya 1.743 personel untuk mengawal jalannya demonstrasi.
Titik-titik utama yang menjadi lokasi aksi meliputi kawasan Monumen Nasional (Monas), Silang Selatan Monas, kompleks DPR/MPR RI Senayan, depan kantor PBNU, serta area Sarinah-ICW di Menteng.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menghimbau agar masyarakat yang tidak berkepentingan menghindari kawasan-kawasan tersebut agar tidak terjebak kepadatan lalu lintas. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional tergantung kondisi lapangan.
Berdasarkan unggahan seruan aksi di akun Instagram resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), peserta dijadwalkan mulai berkumpul di kawasan Patung Kuda pukul 13.00 WIB.
Dalam unggahan tersebut, BEM SI membawa 17 tuntutan utama yang meliputi evaluasi dan reformasi menyeluruh pada berbagai aspek pemerintahan, mulai dari Kabinet Merah Putih, lembaga legislatif, sistem pendidikan, hingga anggaran pertahanan.
BEM SI juga menyerukan pembebasan tahanan aksi dan penghentian kriminalisasi demi kebebasan bersuara, serta pengesahan dan implementasi RUU pro-rakyat (seperti TPKS, Perampasan Aset, PPRT).
Selain itu, BEM SI menolak kebijakan yang dinilai merusak lingkungan, seperti eksploitasi tambang dan food estate, serta mendorong pemerintah mengambil sikap tegas terkait isu Palestina dan pengawasan ketat pada program pertambangan rakyat serta koperasi desa.
Di waktu yang hampir bersamaan, BEM Universitas Indonesia (BEM UI) juga mengadakan seruan aksi di titik yang sama pada pukul 12.00 WIB. Dalam seruannya, BEM UI mengajukan delapan tuntutan utama, antara lain penghentian tindakan represif aparat, pembebasan tahanan aksi, dan reformasi total TNI/Polri.
Selain itu, BEM UI juga menuntut perwujudan demokrasi sejati, sistem ekonomi pro-rakyat, penegakan hukum berkeadilan, dan jaminan akses pendidikan gratis serta kesehatan yang berkualitas.
Selain aliansi mahasiswa, aksi hari ini juga diikuti oleh Asosiasi Pengemudi Ojek Online yang menuntut evaluasi kebijakan transportasi daring serta peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk mengatur perjalanan dan menggunakan jalur alternatif agar tidak terdampak kemacetan di sekitar lokasi aksi.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin