Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Purbaya Yudhi Sadewa Menolak Godaan Politik, Fokus pada Perbaikan Ekonomi

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 31 Oktober 2025 | 01:06 WIB
Ilustrasi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (foto: jawapos)
Ilustrasi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (foto: jawapos)

RADAR MALIOBORO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa ia tidak berminat untuk terjun ke dunia politik, meskipun namanya sering disebut sebagai salah satu calon wakil presiden. Purbaya menyatakan bahwa fokus utamanya adalah menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan menolak tawaran dari partai politik.

Dalam sebuah pernyataan tegas, Purbaya mengatakan, "Saya tidak tertarik politik." Pernyataan ini disampaikannya saat menanggapi hasil survei yang menempatkannya di posisi teratas sebagai calon wakil presiden. Wakil Ketua Umum DPP PAN, Eddy Soeparno, mengakui tingginya elektabilitas Purbaya, namun juga mencatat penolakan yang jelas dari menteri tersebut.

Purbaya memilih untuk berkonsentrasi pada tanggung jawabnya sebagai Menteri Keuangan, yang mencakup menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Ia berkomitmen untuk menunjukkan kinerjanya dalam meningkatkan perekonomian nasional, terutama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2028.

Lahir di Bogor pada 7 Juli 1964, Purbaya Yudhi Sadewa adalah seorang ekonom dan insinyur yang menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 8 September 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dari tahun 2020 hingga 2025. Purbaya meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan gelar Master serta Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, AS.

Sebelum berkarir di pemerintahan, Purbaya memiliki pengalaman luas sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA, Senior Economist di Danareksa Research Institute, serta berbagai posisi manajerial di PT Danareksa.

Purbaya dikenal dengan kebijakan-kebijakan beraninya dalam pengelolaan keuangan negara. Salah satu langkah signifikan yang diambilnya adalah menggelontorkan Rp200 triliun kepada bank-bank BUMN untuk mendorong kredit ke sektor riil. Ia juga menolak menggunakan APBN untuk membayar utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan komitmen pemerintah untuk memisahkan dengan jelas antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia berusaha menghindari mekanisme burden sharing yang diterapkan selama pandemi COVID-19.

Baca Juga: Sabrina Chairunnisa Ungkap Alasan Gugatan Cerai Terhadap Deddy Corbuzier, Bukan Karena Pengkhianatan Melainkan Kejujuran dan Perbedaan Arah Hidup

Walaupun menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa tetap berpegang pada prinsip profesionalisme dan memilih untuk fokus dalam pengembangan ekonomi. Ia berharap kontribusinya di bidang keuangan dapat memberikan dampak positif bagi negara.

(Laeli Musfiroh)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#politik #Purbaya Yudhi #Purbaya #Purbaya Yudhi Sadewa