RADAR MALIOBORO - Di tengah upaya pemulihan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, pengibaran bendera Bintang Bulan kembali menjadi sorotan. Simbol yang selama ini identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terlihat berkibar di beberapa lokasi di Provinsi Aceh.
Pengibaran bendera Bintang Bulan bukanlah peristiwa yang muncul secara tiba-tiba. Beberapa hari sebelum bencana meluas, tepatnya pada Kamis (4/12/2025), ratusan warga di Desa Kandang, Kota Lhokseumawe, memperingati Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-49 dengan mengibarkan bendera yang sama.
Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang selama ini rutin dilakukan di sejumlah daerah di Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah konflik Aceh.
Namun, ketika simbol tersebut kembali muncul di tengah situasi banjir dan longsor, konteksnya berubah secara signifikan. Di beberapa lokasi terdampak bencana, bendera Bintang Bulan dikibarkan bersamaan dengan kegiatan penggalangan bantuan.
Bagi sebagian masyarakat Aceh, aksi ini menjadi ekspresi kekecewaan atas penanganan bencana yang dinilai belum maksimal.
Di media sosial, kemunculan bendera GAM di tengah bencana memicu sentimen negatif.
Beberapa komentar netizen dari Tiktok mengatakan:
“Mereka punya bendera sendiri kenapa indonesia yang harus repot yah?”
“Lapar minta makan dari pemerintah, kenyang minta pisah”
“Lagi banjir kok bisa cetak spanduk atau banner”
“Bukannya bantu saudara yang masih kena musibah malah konvoi, agak lain”
Masifnya penyebaran video dan unggahan di media sosial juga memperkuat efek ini. Potongan gambar tanpa penjelasan utuh, narasi yang saling bertabrakan, serta framing tertentu yang dapat memudarkan empati publik terhadap bencana.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin