Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Tiga Jenis Propaganda: Putih, Abu-Abu, dan Hitam

Iwa Ikhwanudin • Senin, 15 Desember 2025 | 21:04 WIB
Foto generated by ChatGPT
Foto generated by ChatGPT

RADAR MALIOBORO - Propaganda adalah jenis strategi yang sering hadir dalam berbagai bentuk komunikasi publik, mulai dari pesan politik, kampanye sosial, hingga konten di media.

Strategi ini sebenarnya tidak selalu bermakna negatif. Propaganda berguna untuk mempengaruhi cara pandang, sikap, atau perilaku audiens terhadap suatu isu tertentu.

Propaganda dibagi menjadi 3 jenis tingkatan, yaitu propaganda putih, propaganda abu-abu, dan propaganda hitam.

1. Propaganda Putih: Terbuka dan Mengatasnamakan Sumber Resmi

Propaganda putih adalah bentuk propaganda yang sumbernya jelas dan terbuka. Tujuannya adalah menampilkan fakta terhadap suatu isu, tapi terkadang menyembunyikan fakta lain yang tidak ingin disampaikan.

Jenis propaganda ini sering muncul dalam bentuk pernyataan resmi pemerintah, kampanye kebijakan publik, atau komunikasi institusi melalui media arus utama.

Contoh: Sebuah media nasional menampilkan prestasi dari tokoh politik selama dia menjabat. Media tersebut menyampaikan fakta, tetapi hanya fokus ke hal baiknya, tanpa menjelaskan apa saja kekurangan yang ada.

2. Propaganda Abu-Abu: Sumber Tidak Jelas, Arah Pesan Terselubung

Propaganda abu-abu menampilkan informasi yang dibungkus untuk terlihat netral, tapi terdapat kesamaran dalam sumbernya.

Informasi yang disampaikan bisa saja benar, setengah benar, atau dicampur dengan opini tertentu.

Contoh: Sebuah akun anonim di media sosial membagikan tulisan panjang yang tampak informatif tentang suatu isu politik, tanpa menyebut afiliasi apa pun. Akun tersebut mengaku hanya “warga biasa”, tetapi isi pesannya konsisten mendukung satu pihak tertentu.

Baca Juga: HUT ke-24 Transmedia, XODIAC Sukses Ramaikan Acara dan Buat X-BLISS Bergembira

3. Propaganda Hitam: Manipulatif dan Menyesatkan

Propaganda hitam adalah jenis propaganda yang paling manipulatif. Sumbernya sengaja dipalsukan, identitas disembunyikan, bahkan sering kali menyamar sebagai pihak yang justru ingin dijatuhkan.

Tujuannya bukan sekadar memengaruhi, tetapi merusak reputasi, menciptakan kebingungan, atau memicu kebencian.

Contoh sederhana: Seseorang membuat akun palsu yang mengaku sebagai pendukung suatu kelompok, lalu menyebarkan pernyataan ekstrem atau hoaks agar publik membenci kelompok tersebut. Di permukaan terlihat seperti kritik internal, padahal sebenarnya serangan dari luar.

Tujuan memahami Propaganda

Memahami jenis-jenis propaganda membantu kita menjadi pembaca yang lebih kritis. Tidak semua informasi harus langsung dipercaya, terutama jika sumbernya tidak jelas atau narasinya terlalu emosional.

Di era digital, propaganda tidak selalu datang secara terang-terangan, misalnya dalam pidato politik. Propaganda bisa muncul dalam unggahan atau komentar biasa di media sosial yang menyebut dirinya netral, tapi memiliki agenda terselubung.

(Affrendi Kurniawan)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#propaganda #Teknik Komunikasi #komunikasi publik #strategi