RADAR MALIOBORO – Isu skandal Jeffrey Epstein kembali memanas di Amerika Serikat setelah Congressman Ted Lieu (D-CA) membuat pernyataan mengejutkan terkait dokumen-dokumen Epstein yang belum dirilis sepenuhnya.
Dalam konferensi pers dan sidang Komite Kehakiman DPR pada awal Februari 2026, Ted Lieu menyatakan bahwa nama Donald Trump muncul ribuan kali dalam file-file terkait kasus Epstein.
Menurutnya, dokumen-dokumen tersebut memuat "highly disturbing allegations" (tuduhan yang sangat mengganggu) bahwa Trump diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak serta mengancam akan membunuh anak-anak.
Pernyataan Lieu ini menjadi viral setelah diunggah ulang oleh akun analis politik Brian Allen (@allenanalysis) di platform X pada 18 Februari 2026, disertai video klip dari C-SPAN yang menunjukkan pernyataan langsung Lieu.
Postingan tersebut langsung mendapat ratusan ribu views dan memicu perdebatan sengit di media sosial.
Konteks Pernyataan Ted Lieu
Ted Lieu, yang menjabat sebagai Vice Chair Democratic Caucus, mengkritik keras Departemen Kehakiman di bawah Jaksa Agung Pam Bondi karena dinilai lebih fokus menyelidiki mantan Presiden Bill Clinton dan Hillary Clinton, sementara menutup mata terhadap tuduhan yang melibatkan Trump.
“Donald Trump ada di Epstein files ribuan dan ribuan kali. Di dalam file-file itu ada tuduhan sangat mengganggu — tuduhan bahwa Donald Trump memperkosa anak-anak dan mengancam akan membunuh anak-anak,” ujar Lieu dalam salah satu kutipan yang beredar luas.
Ia juga menekankan bahwa jika ada pihak yang memanfaatkan jasa prostitusi anak di bawah umur yang difasilitasi Epstein, hal itu melanggar undang-undang federal tentang perdagangan seks.
Lieu mendesak agar semua dokumen dirilis tanpa sensor agar publik bisa menilai sendiri.
Pernyataan ini langsung memicu reaksi beragam:
Pendukung Trump menyebut tuduhan tersebut sebagai serangan politik tanpa bukti konkret dan hanya mengandalkan klaim anonim atau laporan yang belum terverifikasi.
Kritikus Trump menuntut agar file-file Epstein yang masih dirahasiakan segera dibuka penuh, termasuk bagian yang diduga melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh.
Beberapa akun di X menyoroti bahwa tuduhan tersebut berasal dari dokumen pengadilan dan laporan FBI yang bersifat unverified (belum diverifikasi), termasuk klaim dari saksi anonim seperti sopir limo dari tahun 1995.
Hingga kini, Presiden Donald Trump terus membantah segala keterlibatan dalam kejahatan seksual Epstein dan menegaskan bahwa ia pernah bekerja sama dengan penegak hukum melawan Epstein sejak 2006.
Status Dokumen Epstein Saat Ini
Beberapa bagian dokumen Epstein telah dirilis secara bertahap sejak 2019 hingga akhir 2025, namun masih ada porsi besar yang belum dibuka untuk publik.
Isu ini semakin rumit setelah klaim peretas Iran yang mengatakan memiliki video sensitif terkait Trump dan anak di bawah umur — meski klaim tersebut belum bisa diverifikasi independen.
Perkembangan ini menambah tekanan pada pemerintahan Trump dan Departemen Kehakiman untuk lebih transparan dalam penanganan kasus Epstein yang telah menewaskan ratusan korban dan melibatkan banyak tokoh elit dunia. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin