Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kapal Perang Rusia Stoykiy Tiba di Bandar Abbas, Latihan Gabungan Iran-Rusia-Cina Maritime Security Belt 2026 Digelar di Selat Hormuz

Editor Content • Kamis, 19 Februari 2026 | 14:47 WIB
Latihan militer gabungan Maritime Security Belt 2026 bersama Angkatan Laut Iran dan Tiongkok di wilayah Selat Hormuz.
Latihan militer gabungan Maritime Security Belt 2026 bersama Angkatan Laut Iran dan Tiongkok di wilayah Selat Hormuz.

RADAR MALIOBORO – Kapal korvet kelas Steregushchiy milik Angkatan Laut Rusia, Stoykiy (nomor lambung F545), telah merapat di pangkalan angkatan laut strategis Bandar Abbas, Iran, pada Rabu (18/2/2026).

Kedatangan kapal perang dari Armada Baltik Rusia ini menjadi bagian dari persiapan latihan militer gabungan Maritime Security Belt 2026 bersama Angkatan Laut Iran dan Tiongkok di wilayah Selat Hormuz serta Laut Oman dan Samudra Hindia utara.

Latihan trilateral ini, yang rutin digelar sejak 2019, kali ini mendapat perhatian tinggi karena berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah.

Selat Hormuz, jalur lintas minyak global yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, menjadi titik fokus utama.

Sekitar 20-21 persen perdagangan minyak dunia melintasi selat sempit ini setiap harinya.

Menurut laporan Maritime Executive dan TASS, korvet Stoykiy tiba di Bandar Abbas pada 14-18 Februari untuk kunjungan tidak resmi, di mana awak kapal melakukan pengisian ulang bahan bakar, air, dan logistik.

Setelah itu, kapal tersebut langsung melaksanakan latihan passing exercise (PASSEX) bilateral dengan kapal perang Iran di Teluk Oman, termasuk manuver koordinasi, komunikasi, dan prosedur keselamatan pelayaran sipil.

Nikolai Patrushev, Asisten Presiden Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Negara, menyatakan bahwa latihan Maritime Security Belt 2026 ini "sangat relevan" di tengah dinamika keamanan maritim saat ini.

Iran, sebagai tuan rumah, menegaskan tujuan latihan adalah memperkuat keamanan maritim, meningkatkan kerja sama antar angkatan laut, serta melatih respons cepat terhadap ancaman seperti pembajakan dan terorisme maritim.

Laporan dari media Iran seperti Mehr News Agency dan Tasnim menyebutkan bahwa kapal-kapal dari ketiga negara akan terlibat dalam berbagai skenario, termasuk latihan anti-kapal selam, tembakan langsung, dan operasi penyelamatan bersama.

Meski demikian, beberapa sumber menyebut latihan ini bersifat rutin tahunan, namun timing-nya kali ini bertepatan dengan kehadiran signifikan kapal induk Amerika Serikat di kawasan, termasuk USS Abraham Lincoln Carrier Strike Group yang sedang beroperasi di sekitar Laut Arab dan Teluk Oman.

Kedatangan Stoykiy dan partisipasi Tiongkok dalam latihan ini dipandang sebagai sinyal solidaritas strategis antara Rusia, Iran, dan Tiongkok di tengah tekanan Barat terhadap program nuklir Iran serta dinamika konflik regional yang kompleks.

Pakar keamanan maritim menilai latihan ini lebih bersifat demonstrasi kekuatan dan diplomasi militer daripada ancaman langsung operasional.

Namun, kehadiran tiga kekuatan besar di salah satu chokepoint energi paling vital dunia tetap menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi jika terjadi insiden tak terduga.

Hingga kini, Angkatan Laut Iran belum merilis jadwal lengkap dan durasi latihan, tetapi aktivitas gabungan diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan ini.

Pergerakan kapal-kapal militer di Selat Hormuz terus dipantau ketat oleh berbagai pihak, termasuk satelit dan intelijen regional. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Bandar Abbas #Geopolitik Timur Tengah #keamanan maritim #Latihan Militer Iran Rusia Cina #selat hormuz #Maritime Security Belt 2026 #Kapal Stoykiy